Pendanaan PLTU Batang Rampung April 2016

rencana pltu batang

Batas waktu penyelesaian pendanaan (financial closing) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batang, Jawa Tengah 2×1.000 megawatt (MW) diperpanjang sampai 6 April 2016. Perpanjangan dilakukan lantaran pembebasan lahan untuk proyek ini belum selesai.

Direktur PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin mengatakan, batas waktu financial closing PLTU Batang seharusnya pada 6 Oktober in. Namun, lantaran pembebasan lahan belum kelar, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) telah mengajukan perpanjangan waktu penyelesaian pendanaan sampai enam bulan ke depan.

“Jadi batas waktunya diperpanjangan enam bulan sampai 6 April 2016. Tetapi kami harapkan pada akhir Maret sudah bisa financial closing,” kata dia di Jakarta, Kamis (1/10). BPI selaku pengembang disebutnya optimis bisa merampungkan pendanaan dalam jangka waktu tersebut.

Dari kebutuhan lahan seluas 220 hektar, lahan yang belum dibebaskan hanya sekitar 12 hektar saja. Pembebasan sisa lahan ini, lanjut Murtaqi, kini sudah diambil alih penanganannya oleh PLN. Perseroan menggunakan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang PLN, sebut dia, juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Izin penetapan lokasi kan sudah dikeluarkan oleh gubernur JawaTengah kepada PLN. Kami sedang memprosesnya dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional),” jelas dia.

Meski kembali diperpanjang, Murtaqi menegaskan tidak akan ada perubahan harga listrik yang dibeli dari PLTU Batang. PLN tidak mau ada perubahan harga lantaran harga yang disepakati itu merupakan hasil lelang. Di sisi lain, pengembang sampai saat ini juga tidak pernah membahas soal harga listrik. “Kalau harga, mereka tidak pernah ngomong. Ini kan investor Jepang, mereka mau ada kegiatan investasi, jadi tidak mempermasalahkan harga,” papar Murtaqi.

Info Terkait :   Peluncuran Program 35.000 MW, PLN Teken PPA 490 MW

Sesuai perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) yang diteken, harga listrik PLTU Batang ini dipatok US$ 5,79 per kilowatt hour (kWh) untuk 25 tahun. Proyek senilai US$ 4 miliar ini dibangun dengan skema Built-Operate-Transfer (BOT).

Perpanjangan batas waktu penyelesaian pendanaan PLTU Batang ini sudah keempat kalinya dilakukan. Konsorsium BPI yang terdiri atas PT Adaro Energy (34%), J-Power (34%), dan Itochu (32%) seharusnya merampungkan financial closing pada Oktober 2012 atau satu tahun setelah PPA diteken. Namun pendanaan belum juga rampung sehingga masa penyelesaiannya diperpanjang sampai tiga kali dengan batas waktu 6 Oktober 2015.

Walau belum merampungkan financial closing, BPI telah memulai pembangunan PLTU Batang ini. Direktur Utama PT Bhimasena Power Indonesia Mohammad Effendi pernah mengatakan, sesuai arahan Presiden, pihaknya akan merampungkan pembangkit ini dalam 48 bulan atau sampai 2019. “Percepatan dilakukan pada tahap land cleaning dan pemasangan tiang. Kemudian pembuatan alat juga akan dilakukan secara paralel,” tutur Efendi.

Sumber : Investor Daily 2 Oktober 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *