Pemerintah Tawarkan 21 Blok Panas Bumi

energi panas bumi geothermal

Pemerintah bakal menawarkan 21 wilayah kerja atau blok panas bumi dalam dua tahun mendatang. Kapasitas total pembangkit listrik dari 21 blok ini ditargetkan mencapai 1.065 megawatt (MW) dengan investasi US$ 4,2 miliar.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saifulhak mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 26 blok panas bumi untuk dilelang hingga 2017 nanti. Sebanyak lima blok panas bumi saat ini masih dalam tahap lelang.

“Sisanya akan dihabiskan dalam dua tahun ke depan, sebagian besar akan melalui lelang terbuka,” kata dia di Jakarta, Minggu (17/1).

Menurut Yunus, sebanyak 16 blok panas bumi akan dilelang secara terbuka, masing-masing delapan blok pada tahun ini dan tahun depan. Namun, pihaknya masih belum menentukan blok-blok mana saja yang akan dilelang pada tahun ini. Pihaknya masih mengevaluasi blok mana yang sudah siap dilelang.

“Lelang kemungkinan bisa mulai kira-kira pada Maret nanti. Untuk tahun ini lelang bisa mulai lebih cepat karena kami lebih siap untuk kepanitiaannya,” ujar dia.

Selain melalui lelang terbuka, lanjutnya, wilayah kerja panas bumi itu juga akan ditawarkan dengan skema penunjukkan langsung badan usaha milik negara (BUMN) dan penugasan survei pendahuluan kepada badan usaha swasta. Tambahan dua skema ini guna mempercepat pengembangan panas bumi nasional.

Info Terkait :   Pertamina Menang Lelang Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Lawu

“Ini untuk mengejar target 2025 di mana porsi energi baru terbarukan harus mencapai 23% dalam bauran energi nasional,” tutur Yunus. Dalam porsi 23% itu, kontribusi panas bumi sendiri harus naik dari saat ini 0,6% menjadi 3,6%.

Yunus menjelaskan, penunjukkan langsung kepada BUMN akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Pemerintah akan memberikan wilayah kerja panas bumi untuk dikelola oleh BUMN sesuai dengan usulan yang diajukan. Namun, BUMN tersebut wajib mengerjakan seluruh blok panas bumi yang diberikan sesuai usulan.

“Kalau BUMN bisa lakukan eksplorasi di enam blok, pasti dikasih. Tetapi harus dikerjakan, jangan didiamkan saja, dananya harus disediakan,” tegas dia.

Hal yang sama juga akan diberlakukan pada skema ketiga. Perusahaan swasta yang mau dan merasa mampu mengerjakan serta menanggung risiko pengerjaan blok panas bumi, bisa memilih skema penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi. Jika survei pendahuluan dan eksplorasi ini menemukan cadangan uap panas bumi, maka pemerintah akan menunjuk langsung perusahaan tersebut untuk menggarapnya hingga ke pembangkit listriknya.

Dua skema terakhir tadi, sebut Yunus, baru pertama kali dilakukan pada tahun ini. Tetapi khusus untuk skema penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi, masih harus menunggu diterbitkannya Rancangan Peraturan Pemerintah soal pemanfaatan panas bumi tidak langsung. Beleid ini ditargetkan bisa terbit pada Februari nanti.

Ke-21 wilayah kerja panas bumi yang dilelang ini tidak masuk dalam Program 35 Ribu Megawatt (MW). Pasalnya, pengeriaan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) membutuhkan waktu setidaknya tujuh tahun sehingga tidak bisa beroperasi pada 2019. “Paling cepat muncul beroperasi pada 2022 atau kalau tidak ya 2023,” kata Yunus.

Info Terkait :   3 PLTP Akan Beroperasi Pada 2016

21 Lokasi Blok Panas Bumi

No.Nama LokasiKapasitas (MW)Perkiraan Investasi (US$)
1Bonjol60240 juta
2Gunung Talang Bukit Kili2080 juta
3Gunung Endut40160 juta
4Candi Umbul Telomoyo55220 juta
5Gunung Wilis2080 juta
6Gunung Arjuno Weiirang110440 juta
7Gunung Pandan1040 juta
8Gunung Gede Pangrango55220 juta
9Soriggonti2080 juta
10Sipoholon Ria-Ria2080 juta
11Simbolon Samosir110440 juta
12Graho Nyabu110440 juta
13Suwawa2080 juta
14Sembalun2080 juta
15Oka-lie Ange1040 juta
16Bona PmIu40160 juta
17Gunung Hamiding1040 juta
18Bonga Wayaua520 juta
19Gunung Geureudong110440 juta
20Gunung Galunggung110440 juta
21Gunung Ciremai110440 juta

Sumber : Investor Daily 18 Januari 2016

One thought on “Pemerintah Tawarkan 21 Blok Panas Bumi

  1. Suhartono Sutedjo · Tobelo
    Saya Suhartono Sutedjo,domisili di Kabupaten Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara,senang dan bingung saya membaca artikel ” Pemerintah Tawarkan 21 Blok Panas Bumi ” pesan saya yg cuma rakyat kecil tolong semua ini bukan cuma cerita doang karena seingat saya di era pemerintahan Presiden SBY ,hal serupa sudah pernah ada ,dan khususnya di Kab.Halmahera Barat di era Bupati Namto Hui Roba ,ada pelelangan lokasi panas bumi di Kec.Ibu ,bahkan sudah di eksplorasi oleh investor yg minat dari jakarta yg katanya jika selesainya proyek tsb dapat hasilkan daya listrilk 80-120 MW ini sangat luar biasa besar dayanya buat pulau Halmahera….Tetapi pd Kenyataannya sampe hari ini tahun 2016 itu tinggal ceritanya saja …Kapan kami melihat Terangnya dr program Listrik Panas Bumi Tsb?? jd artikel diatas tsb jgn cuma cerita enak ditelinga saja…Smat Bekerja,Tuhan Memberkati torang samua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *