Pemerintah Targetkan Lelang 6 Blok Panas Bumi Tahun 2016

energi-panas-bumi

Pemerintah menargetkan dapat melelang enam blok panas bumi dengan total kapasitas 670 megawatt (MW) sampai akhir tahun ini. Dua blok yang akan dilelang yakni Ciremai dan Simbolo Samosir dengan total kapasitas 220 MW.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak menuturkan, bakal ada dua wilayah kerja panas bumi (WKP) lagi yang akan dilelang. Kedua WKP ini adalah Ciremai di Jawa Barat dan Simbolon Samosir di Sumatera Utara dengan kapasitas masing-masing 110 MW.

“WKP Ciremai mungkin November akan dilelang, kemudian menyusul Simbolon Samosir,” kata dia belum lama ini.

Dia menjelaskan, WKP Ciremai sebenarnya sudah siap dilelang. Namun, Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Kuningan yang menaungi blok panas bumi ini meminta dilakukan sosialisasi kepada setidaknya 300 masyarakat dan tokoh masyarakat Pihaknya akan mengakomodir permintaan tersebut akan proyek berjalan iancar.

Kemudian untuk WKP Simbolon Samosir, pihaknya masih menunggu surat keputusan ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan. Begitu surat diteken, pihaknya akan langsung melelang blok panas bumi di Sumatera Utara ini. Namun, sudah ada dua perusahaan yang meminati blok ini, yaitu PT Ormat Geothermal Indonesia dan PT Optima Nusantara Energi.

Namun, lanjut Yunus, lelang kedua blok ini diperkirakan tidak akan selesai tahun ini juga. “Memang akan melewati tahun (penyelesaian lelang), tetapi tidak apa-apa,” ujar dia.

Info Terkait :   Pertamina Menang Lelang Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Lawu

Dengan tambahan dua WKP ini, jumlah blok panas bumi yang dilelang sampai akhir tahun nanti menjadi enam blok. Beberapa waktu lalu, pemerintah telah membuka lelang empat blok panas bumi. Rincinya, Graho Nyabu 110 MW di Jambi, Hamiding 10 MW di Maluku Utara, Gunung Galunggung 110 MW di Jawa Barat dan Gunung Wilis 2×10 MW di Jawa Timur.

Meski lelang belum lama dibuka, lanju Yunus, telah ada perusahaan yang berminat menggarap blok panas bumi ini. Sampai saat ini terdapat tiga perusahaan yang mendaftar untuk lelang WKP Graho Nyabu yakni Energy Development Corporation asal Filipina, Hitay Energy dari Turki, dan PT Pertamina (Persero). Sementara WKP Hamiding baru diminati oleh Star Energy.

Yunus menilai banyaknya perusahaan yang berpartisipasi dalam lelang blok panas bumi menunjukkan iklim investasi Indonesia sudah cukup menarik. “Selain itu ceiling price yang ditawarkan US$ 13 sen per kWh sampai US$ 14,6 per kWh sudah cukup bagus. Mereka senang dengan harga ini,” kata dia.

Hingga 2018, pemerintah akan melelang 25 blok panas bumi dengan total kapasitas sekitar 1.500 MW. Adapun penawaran tersebut ditujukan guna mempercepat capaian target 7.000 MW listrik dari pembangkit listrik panas bumi (PLTP) pada 2025.

Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 29.475,5 MW, di mana sebesar 12.283 MW masih berupa sumber daya dan 17.192 MW sudah berupa cadangan. Dari potensi tersebut kapasitas terpasang pembangkit panas bumi saat ini baru sebesar 1.403,5 MW dari sembilan wilayah kerja eksisting sebelum adanya Undang-Undang Panas Bumi.

Info Terkait :   3 PLTP Akan Beroperasi Pada 2016

Sumber : Investor Daily 10 Oktober 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>