Pemerintah Tambah Lelang Dua Blok Panas Bumi 130 MW

energi panas bumi geothermal

Pemerintah melelang dua wilayah kerja panas bumi (WKP) lagi, yakni Gunung Galunggung 110 Megawatt (MW) dan Gunung Wilis 2×10 MW. Nilai investasi kedua proyek panas bumi ini diperldrakan sebesar US$ 520 juta.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan, dua blok panas bumi yang dilelang kali ini merupakan bagian dari empat blok yang dilelang September-Oktober ini. Dua blok yang dilelang sebelumnya yakni Graho Nyabu 110 MW di Jambi dan Hamiding 10 MW di Maluku Utara.

“Untuk lelang WKP Gunung Galunggung dan Gunung Wilis ini pendaftaran dibuka sampai 27 Oktober,” kata dia.

WKP Gunung Galunggung yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garus, dan Kota Tasikmalaya ini memiliki luas 57330 hektar. Cadangan terduga blok panas bumi ini yakni sebesar 160 MW dengan perkiraan temperatur reservoir 250-300 derajat celcius. Pembangkit listrik yang dibangun ditargetkan berkapasitas 110 MW dengan pola pengusahaan total project dan target operasi pada 2024. Harga listrik patokan tertinggi yang ditawarkan US$ 15,5 sen per kilowatt hour (kWh).

Selanjutnya WKP Gunung Wilis yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Ponorogo, dan Madiun memiliki luas 20.840 hektar. Cadangan terduganya tercatat sebesar 50 MW dengan perkiraan temperatur reservoir 200 derajat celcius. Kapasitas PLTP yang akan dibangun direncanakan sebesar 2×10 MW dengan pola pengusahaan total project dan target operasi pada 2025. Harga listrik patokan tertinggi yang ditawarkan US$ 15,9 sen per kWh.

Info Terkait :   3 PLTP Akan Beroperasi Pada 2016

Meski baru diumumkan lelangnya pada 27 September lalu dan pendaftaran baru dibuka Selasa (4/10), telah ada perusahaan yang berminat. “WKP Gunung Galunggung ada Bakrie Group dan satu perusahaan lain yang akan bekerja sama dengan perusahaan asal Turki, Enka,” ujar Yunus.

Dua blok yang dilelang sebelumnya juga sudah diminati oleh investor. Sampai saat ini terdapat tiga perusahaan yang mendaftar untuk lelang WKP Graho Nyabu yakni Energy Development Corporation asal Filipina, Hitay Energy dari Turki, dan PT Pertamina (Persero). Sementara WKP Hamiding baru diminati oleh Star Energy.

Yunus menilai banyaknya perusahaan yang berpartisipasi dalam lelang blok panas bumi menunjukkan iklim investasi Indonesia sudah cukup menarik. “Selain itu ceiling price yang ditawarkan US$ 13 sen per kWh sampai US$ 14,6 per kWh sudah cukup bagus. Mereka senang dengan harga ini,” kata dia.

Sumber : Investor Daily 5 Oktober 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id
Updated on     Info Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *