Pemerintah Naikkan Jumlah Penerima Subsidi Listrik

listrik-rumah-tangga

Pemerintah akan mengusulkan sekitar 27,8 juta pelanggan listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA mendapat subsidi dalam APBN Perubahan 2016. Angka ini naik dari jumlah yang tertera dalam APBN 2016 sebanyak 24,7 juta pelanggan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, penambahan jumlah peneriman subsidi lantaran tidak seluruh pelanggan 900 VA adalah masyarakat mampu. Berdasarkan penyisiran Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), sebagian kecil pelanggan 900 VA ternyata masih berhak mendapat subsidi.

“Pelanggan 900 VA sampai akhir Desember tahun lalu adalah 22,7 juta pelanggan. Berdasarkan, data TNP2K yang penduduk miskin dan rentan miskin adalah 4,1 juta pelanggan, ini masih berhak dapat subsidi,” kata dia di jakarta, Kamis (4/2).

Tambahan jumlah penerima subsidi ini akan diusulkan dalam rancangan APBN Perubahan 2016. Pasalnya dalam APBN 2016, telah ditetapkan subsidi listrik sebesar Rp 37,31 triliun. Anggaran ini dengan asumsi penerima subsidi adalah 24,7 juta masyarakat miskin dan rentan miskin. Seluruh pelanggan 450 VA masuk dalam daftar masyarakat penerima subsidi listrik ini.

“Jadi ini (tambahan penerima subsidi) akan diusulkan dala APBN Perubahan karena menyangkut besaran subsidi yang baru. Karena dengan pergeseran ini. berarti ada perubahan subsidi,” jelas Jarman.

Dengan demikian, dalam RAPBN Perubahan 2016, jumlah masyarakat yang masih akan mendapat subsidi listrik diusulkan sekitat 27,4 juta pelanggan. Meski demikian, angka ini masih bisa berubah sesuai dengan hasil pencocokkan dataTNP2K dengan data pelanggan 900 VA yang dilakukan oleh PT PLN (Persero).

Info Terkait :   Tarif Dasar Listrik PLN Juni 2017

Saat ini, PLN sedang mencocokkan data TNP2K itu dengan kondisi riil pelanggan 900 VA. Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun sempat menuturkan, hasil sementara pencocokkan data itu menunjukkan adanya tambahan pelanggan 900 VA yang layak memperoleh subsidi listrik. “Ada data tambahan sebesar 400.000 pelanggan. Yang layak subsidi malah bertambah,” kata Benny.

Jika ditambah hasil sementara pencocokkan data ini, maka jumlah masyarakat yang berhak mendapat subsidi listrik naik menjadi sekitar 27,8 juta pelanggan. Angka ini lebih tinggi 12,5% dari jumlah penerima subsidi yang ada dalam APBN 2016.

Sementara itu, lanjut Jarman, pelanggan 900 VA yang tidak berhak mendapat subsidi bakal diminta migrasi ke 1.300 VA. “Sekitar 18,6 juta pelanggan 900 VA tidak mendapat subsidi. Jadi ini akan dianjurkan migrasi ke 1.300 VA,” ujar dia. Saat ini seluruh 22,7 juta pelanggan 900 VA masih mendapat subsidi.

Sehingga, sekitar 18,6 juta pelanggan tersebut akan mengalami kenaikan tarif yang cukup signifikan. Hal ini lantaran tarif listrik bagi pelanggan 450VA dan 900 VA dipatok hanya Rp 415 per kilowatt hour (kWh). Sementara tarif 1.300 VA sudah mencapai Rp 1.392 per kWh pada Februari ini.

PLN menargetkan pencocokkan data TNP2K bakal selesai pada Maret nanti. PLN melakukan koordinasi yang solid dengan unit-unit PLN di seluruh Indonesia dan jajaran pemerintah dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Proses pencocokkan data dimulai dengan pemilahan data rumah tangga kurang mampu setiap provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan/ desa, sesuai unit wilayah/distribusi PLN hingga ke rayon. Pendataan hanya akan dilakukan oleh pegawai PLN yang membawa surat tugas dari PLN Pusat.

Info Terkait :   Waspada Inflasi Kenaikan Tarif Listrik

Pemilahan data tahap awal, lanjut Benny, dilakukan berbasis Web Based – Intranet dengan menggunakan aplikasi yang memuat semua data elektronis rumah tangga kurang mampu berdasarkan pemutakhiran data BDT yang dikelola TNP2K. Selanjutnya, PLN akan melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah pelanggan untuk mengetahui nomor identitas pelanggan (IDPEL).

Sumber : Investor Daily 5 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *