Pemerintah Harus Cari Sumber Energi Baru

renewable-energy-indonesia

Kebutuhan energi di dalam negeri, terutama untuk industri, dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. Untuk itu, pemerintah diminta segera melakukan diversifikasi energi dan mencari sumber-sumber energi baru.

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka International Conference Oil, Gas & LNG yang dilaksanakan oleh Persatuan Insinyur Profesional Indonesia (PIPI) di Jakarta, Kamis (27/8) mengatakan bahwa Indonesia sudah harus menggeser ketergantungan pada energi fosil. Kselain karena cadangannya makin menipis, tren ke depan energi yang digunakan harus bersih, ramah lingkungan, dan dapat diperbarui.

SBY juga mengingatkan bahwa di tengah era pasar bebas, tenaga kerja migas Indonesia juga harus meningkatkan kompetensinya agar bisa bersaing dengan tenaga asing. Harga minyak yang terus turun, kata SBY, menuntut diterapkannya teknologi yang tepat guna.

Sementara itu, Ketua Umum PIPI Raswari mengatakan bahwa di dunia ini dua isu yang menjadi perhatian adalah food security dan energy security. Dari sisi energi, Indonesia, kata dia, memiliki ketergantungan sangat tinggi terhadap migas. Satu sisi kebutuhan terus meningkat, namun di sisi lain ketersediaannya tidak mencukupi.

Raswari mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia mengembangkan sumber energi lain, yakni nuklir.

“Banyak power plant kita menggunakan energi fosil. Ini pemborosan. Sudah saatnya kita membangun energi nuklir, termasuk utuk power plant. Saya rasa, masalah kekurangan energi negara kita akan terselesaikan,” paparnya.

Info Terkait :   EBT, Penyelamat Ketahanan Energi Nasional

Dia mengatakan, jika menggunakan sumber lain seperti panas bumi, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan. “Anggaplah semua potensi panas bumi kita dimanfaatkan, yang bisa menghasilkan 26 ribu MW listrik, bayangkan berapa luas lahan yang harus dipakai,” katanya. Penggunaan batubara, kata dia, memiliki PR lain yakni masalah lingkungan.

Dengan nuklir, katanya, akan dihasilkan energi yang murah dengan pemakaian nuklir yang sedikit dari sisi keamanan, Raswari yakin SDM Indonesia sudah cukup mampu. “Kita sebenarnya sudah sangat terlambat untuk mengembangkan nuklir. Jadi, baiknya jangan ditunda lagi karena kebutuhan terus meningkat,” katanya.

Sumber : Investor Daily 28 Agustus 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id
Updated on     Info Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *