Pemerintah Dorong Pemanfaatan Energi Bersih Rp 47 T

renewable-energy-indonesia

Pemerintah mendorong pemanfaatan energi bersih (clean energy) untuk menggantikan energi fosil.

Hal ini antara lain dibuktikan dengan ditandatanganinya sejumlah proyek energi baru terbarukan senilai Rp 47 triliun pada ajang Bali Clean Energy Forum (BCEF) di Nusa Dua, Bali.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa Indonesia kaya akan sumber energi, baik itu fosil maupun terbarukan. Menurut JK, yang diperlukan Indonesia saat ini adalah teknologi untuk memanfaatkan energi tersebut.

“Kita menyadari energi sudah jadi kebutuhan pokok, juga pendorong kemajuan. Kita semua datang di sini untuk membicarakan bagaimana kemajuan itu dapat disesuaikan dengan situasi saat ini,” kata JK saat membuka ajang BCEF, Kamis (11/2)

Dia mencontohkan apa yang terjadi di bidang kelistrikan nasional. Saat ini, hampir semua pembangkit di Indonesia merupakan mesin diesel yang berbahan bakar minyak. “Namun seperti perkembangan di dunia, harus ada perkembangan yang mendasar, maka kita bicara tentang clean sekaligus renewable energy,” ujarnya.

JK mengatakan, potensi energi terbarukan di Indonesia sangat berlimpah, mulai dari panas matahari, panas bumi, angin, air, dan lainnya. “Tentu pada akhirnya yang dibutuhkan adalah teknologi,” kata JK.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menegaskan, meski harga minyak dunia saat ini sedang rendah, komitmen pemerintah tetap mendukung energi baru terbarukan. Justru dengan market di Indonesia yang cukup besar, maka cost per item akan murah.

Info Terkait :   Berinvestasi di Bisnis Listrik Masa Depan

“Bagaimanapun harga minyak ini sesuatu yang temporer, pasti ada titik balik. Tetapi apapun situasi minyak dunia, pemerintah akan tetap dorong energi baru terbarukan,” kata Sudirman.

Pemerintah menargetkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi pada 2025 sebesar 23% dari posisi saat ini hanya 7%. Selain itu, salah satu terobosan penting dalam BCEF 2016 adalah peluncuran Clean Energy Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan Energi Bersih.

CoE adalah pusat terpadu bagi penelitian, pengembangan hasil penelitian, pendidikan, peningkatan kapasitas pelaksanaan, hingga fasilitasi investasi dalam pengembangan energi bersih dengan tiga menu yakni informasi, teknologi, dan pendanaan.

Pertemuan BCEF 2016 diharapkan akan menghasilkan dokumen Misi Bali untuk Pengembangan Energi Bersih yang akan menjadi kerangka perwujudan energi bersih nasional dan dapat berkontribusi pada konteks pembangunan berkelanjutan di tingkat regional dan global.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi energi baru terbarukan Indonesia mencapai 866 gigawatt (GW). Rincinya, potensi energi air air 75 GW, surya/matahari 560 GWp, panas bumi 29 GW, angin 107 GW, bioenergi 34 GW, dan energi laut 61 GW.

Namun, pemanfaatan energi baru terbarukan ini baru 1% dari potensi yang ada atau hanya 8,6 GW. Rincinya, pemanfaatan energi air 5.331,85 megawatt (MW), surya/matahari 80,25 MW, panas bumi 1.438,5 MW, angin 2,42 MW, serta hybrid (pembangkit dual fire energi terbarukan dengan fosil) 3,76 MW.

Info Terkait :   ESDM Usulkan Pengembang EBT Dapat Tax Holiday
Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *