Pembangunan Infrastruktur Listrik di Papua dan Papua Barat

listrik papua

Pemerintah fokus pada pembangunan wilayah Indonesia Timur khususnya di Papua untuk memberikan keadilan dan pemerataan di wilayah itu. “Ini demi keadilan, sesuai dengan tantangan sekarang yakni pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan pendapatan antar wilayah,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Minggu (5/3).

Kementerian PU-Pera, lanjut Basuki, menyiapkan anggaran untuk konektivitas pada 2015-2017 rata-rata berkisar Rp7 triliun-Rp8 triliun baik untuk proyek prioritas maupun padat karya.

Salah satu tugas Kementerian PU-Pera yang harus dikerjakan ialah membangun jalan trans-Papua sepanjang 4.300 km. Saat ini jalan tersebut sudah tembus sepanjang 3.850 km. Sementara itu, khusus untuk Sorong ke Manokwari, sudah ditembus jalan, tetapi ada 12 km jalan yang masih berwujud hutan. Basuki optimistis tahun ini sisa jalan yang masih hutan sudah bisa ditembus.

Kementerian PU-Pera menerjunkan tiga tim untuk pembangunan jalan di perbatasan Papua Barat dan Papua. Untuk jalur perbatasan sepanjang 1.098,2 km saat ini sudah tembus sepanjang 884 km. “Diharapkan, pada 2018 sudah tembus semuanya.”

Selain jalan, penerangan listrik menjadi prioritas saat ini dalam pembangunan di Papua. Pada kesempatan sama, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan masih ada 2.500 desa yang belum teraliri listrik dan 85%-nya ada di Papua dan Papua Barat khususnya di wilayah pegunungan.

“Kita menargetkan paling kurang tahun ini atau tahun depan sudah ada lampu. Listrik belum masuk tidak masalah, yang penting sudah ada lampunya terlebih dahulu sambil jaringan listrik dibangun,” terang Jonan.

Info Terkait :   Pemerintah akan Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Papua

Untuk pembangkit listrik pada 2019 akan ada tambahan 365 MW di Papua, dengan listrik perdesaan sebanyak 171 ribu pelanggan yang akan masuk. Untuk pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), akan dibangun sebanyak sembilan unit hingga 2018, termasuk sel surya dan mikrohidro.

Untuk di Papua Barat akan ada tambahan 158 MW dengan tambahan listrik perdesaan sebanyak 15 ribu pelanggan, sedangkan untuk pembangkit EBT akan ada enam unit dengan daya hingga 170 Kw pada tahun ini.

Harga lampunya menurut Jonan tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp3 juta-Rp3,5 juta, termasuk jaminan lima tahun lepas pasang dan sebagainya.

Sumber : Media Indonesia 7 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *