Peluncuran Program 35.000 MW, PLN Teken PPA 490 MW

jokowi-resmikan-program-35000-mw

jokowi-resmikan-program-35000-mw

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah menandatangani 4 perjanjian jual beli listrik dengan perusahaan pembangkit listrik swasta yang menjadi bagian dari proyek pembangunan pembangkit 35.000 megawatt hingga 2019.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) Sudirman Said saat berkunjung ke pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Samas, Yogyakarta.

“Hari ini program 35.000 MW akan dimulai, sebagian besar berupa penandatanganan jual beli listrik (power purchase agreement/PPA), artinya peran IPP (independent power producer/pengembang listrik swasta) kian signifikan,” katanya saat memberi sambutan di Yogyakarta seperti dikutip Bisnis melalui siaran pers, Senin (4/5).

PPA Pembangkit 490 MW

Keempat pembangkit swasta itu adalah :

  1. PLTB Samas dengan kapasitas 50 MW
  2. PLTU Kendari 3 (Sulawesi Tenggara) dengan kapasitas 2×50 MW
  3. PLTU Jeneponto Ekspansi (Sulawesi Selatan) dengan kapasitas 2×125 MW
  4. PLTA Malea (Sulawesi Selatan), dengan kapasitas 2×45 MW

Total dari PPA keempat pembangkit tersebut 490 MW.

Selain penandatanganan jual beli listrik, letter of intent (LoI) untuk engineering, procurement, construction (EPC) PLTU Grati di Jawa Timur dengan kapasitas 450 MW juga diteken. Untuk menandai diluncurkannya program pembangkit 35.000 MW, juga dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk tiga pembangkit listrik, di antaranya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatigede (Jawa Barat) dengan kapasitas 2×55 MW, PLTU Takalar (Sulawesi Selatan) dengan kapasitas 2 x100 MW serta PLTU Pangkalan Susu unit 3 dan 4 (Sumatera Utara) dengan kapasitas 2 x220 MW.

Info Terkait :   Indonesia - Malaysia Kerja Sama Listrik di Perbatasan

Nantinya saat beroperasi PLTB Samas dan PLTA Jatigede diharapkan dapat menambah pasokan total 120 MW sampai dengan akhir 2019 untuk memperkuat sistem Jawa-Bali.

PLTU Kendari, PLTU Takalar, PLTU Jeneponto dan PLTA Malea dengan tambahan total 640 MW
diharapkan dapat menambah pasokan sistem Sulawesi, karena saat ini sistem kelistrikan di wilayah itu merupakan salah satu yang memiliki pertumbuhan paling tinggi.

PLTU Pangkalan Susu unit 3 dan 4 ditujukan untuk memperkuat sistem Sumatra yang saat ini sudah interkoneksi dan sedang dilakukan peningkatan kapasitas interkoneksi yang direncanakan selesai 2017

Peluang Investasi Infrastruktur

Proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan ini akan meningkatkan peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut, serta membuka lapangan pekerjaan secara langsung.

Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa proyek tersebut bukanlah proyek yang ambisius dan bukan target yang sangat tinggi. Dirinya optimistis proyek ini akan terealisasi dalam liipa tahun ke depan mengingat sudah banyak regulasi yang diperbaiki untuk mempercepat proyek ini.

“Program ini detail dan di back up (disokong) regulasi yang disederhanakan meskipun belum selesai. Saya terus pantau kalau ada masalah saya selesaikan di lapangan.” katanya seperti dikutip dalam situs Sekretariat Kabinet.

Terkait pembebasan dan penyediaan lahan, pemerintah memberlakukan UU No. 2/2012. Untuk mempercepat perizinan, pemerintah membentuk pelayanan perizinan terpadu satu pintu (PTSP) yang dikoordinasikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Info Terkait :   PLTU Cilacap Ekspansi Mulai Beroperasi

Pemerintah juga menerbitkan Permen ESDM No. 3/2015 tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik dan Harga Batokan Pembelian Tenaga Listrik dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG/PLTMG, dan PLTA oleh PT PLN (Persero) melalui Pemilihan Langsung dan Penunjukkan Langsung.

“Regulasi ini dibuat untuk membangun iklim investasi yang lebih kondusif, mempercepat prosedur persetujuan harga antara PLN dan IPP serta menjamin kepastian/keyakinan bagi PLN dalam pelaksanaan pembelian tenaga listrik,” kata Sudirman.

Menteri ESDM menjelaskan proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 35.000 megawatt
hingga 2019 akan berdampak pada penggandaan kegiatan ekonomi yang signifikan.

Sebaran lokasi pembangunan pembangkit tersebut mencapai 210 lokasi di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 59 lokasi di Sumatra, 34 lokasi di Jawa, 49 lokasi di Sulawesi, di Kalimantan ada 34 lokasi, dan di kawasan timur Indonesia sebanyak 34 lokasi.

“Program ini membuka peluang bagi pembangunan 75.000 set tower, pemanfaatan 300.000-an km konduktor aluminium, pembangunan 1.382 unit gardu induk, penggunaan 2.600 set trafo, serta kebutuhan akan 3,5 juta ton baja profil dan pipa luar pembangkit,” ujarnya.

Sumber : Bisnis 5 Mei 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>