Nusa Konstruksi Bangun Mini Hidro Hingga US$ 60 Juta

nusa-konstruksi-enjinering

nusa-konstruksi-enjinering

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) bakal membangun tiga pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) senilai US$ 30-60 juta. Kapasitas masing-masing pembangkit sebesar 5-10 megawatt (MW).

Sekretaris Perusahaan Nusa Konstruksi Djohan Halim mengatakan, pihaknya akan membangun dua PLTMH di Jawa Barat dan satu di Sumatera Barat. Nilai invested, diperkirakan sebesar US$ 2 juta per MW.

Saat ini, perseroan telah menyelesaikan tahap studi kelayakan dua pembangkit listrik. “Proses studi kelayakan satu pembangkit di Jawa Barat dan satu di Sumatera Barat sudah tuntas,” kata Djohan, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta. Dia menegaskan, perseroan berharap proses power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa tuntas tahun ini. Adapun proses konstruksi diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun.

Sementara itu, perseroan bakal menghentikan rencana ekspansi ke Arab Saudi. Menurut Djohan, penghentian tersebut dilakukan karena perseroan tidak kunjung mendapatkan izin usaha, “Kami sudah menunggu perizinan selama tiga tahun,” ucapnya. Karena itu, meskipun telah mengeluarkan biaya investasi di Arab Saudi, perseroan tetap memutuskan penghentian ekspansi di sana.

Sementara itu, dalam RUPS kemarin, pemegang saham Nusa Konstruksi menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 18,4 miliar atau 30,2% dari laba bersih tahun Mil. Dividen tersebut setara 3,35 per saham.

“Adapun 5% dari laba bersih tahun Mu atau sebesar Rp 3 miliar digunakan sebagai dana cadangan, 59,7% atau sebesar Rp 36,9 miliar sebagai laba ditahan,” tutur Johan.

Info Terkait :   Bangun PLTMH, Grup ABM Siapkan Dana US$ 150 Juta

Sepanjang tahun lalu, Nusa Konstruksi membukukan pendapatan sebesar Rp 2,03 triliun dan laba bersih sebesar Rp 61 miliar. Hingga kuartal I-2015, perusahaan konstruksi itu mencetak kenaikan laba bersih sebesar 10,41% menjadi Rp 11,07 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 10,03 miliar.

Namun, pendapatan perseroan turun 10,57% menjadi Rp 430 miliar dari Rp 480 miliar. “Penurunan disebabkan oleh pergeseran periode perolehan kontrak baru tahun ini,” kata Djohan.

Djohan menyatakan, meski tetjadipenurunan, margin laba bersih perseroan meningkat menjadi 2,57% dari sebelumnya 2,08%. Entitas asosiasi menjadi faktor lain penopang kenaikan margin bersih selama periode tersebut, di samping margin yang meningkat secara keseluruhan dari bisnis konstruksi.

Selama periode itu, entitas asosiasi menyumbang laba senilai Rp 1,89 miliar atau sebesar 0,44% dari total pendapatan. Di sisi lain, laba dari kerja sama operasi (KSO) meningkat sebesar 79,96%.

Sepanjang kuartal I tahun ini, return on equity (ROE) dan return on assets (ROE) perseroan masing-masing sebesar 0,9% dan 0,5%. Adapun debt to equity ratio (DER) sebesar 0,8 kali.

Nusa Konstruksi menyediakan jasa konstruksi yang meliputi pembangunan gedung dan jasa pekerjaan sipil seperti pembangunan jalan, irigasi, waduk, pembangkit tenaga listrik, rel kereta api, dan pelabuhan. Secara geografis, kegiatan usaha perseroan mencakup seluruh wilayah Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.

Dalam pengembanggn dan strategi pertumbuhan usaha, Nusa Konstruksi berencana melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. Selain itu, perseroan juga aktif melakukan investasi penyertaan di sektor properti, sumber daya alam, pembangkit listrik, serta infrastruktur.

Info Terkait :   Pembangkit Listrik PGN Terangi 600 Rumah Probolinggo
Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *