Menteri ESDM Kirim 80 Kader Patriot Energi ke Pulau Terdepan

patriot-energi

Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan 80 kader yang akan dikirim ke wilayah terdepan untuk menjadi pelopor pembangunan energi. Ke-80 kader itu disebut Patriot Energi. Mereka mengemban tugas besar sebagai pelopor energi, penyuluh serta pendamping masyarakat.

Penanggung Jawab Program Patriot Energi Tri Mumpuni mengatakan Kementerian ESDM selama melakukan pembangunan infrastruktur energi yang sangat luar biasa. Namun sayangnya semua pembangunan itu tidak berkelanjutan. Di bawah komando Menteri ESDM Sudirman Said, kini proyek infrastruktur energi dibarengi dengan pembangunan karakter masyarakat.

“Bangsa dari dulu membangun tapi tidak punya kultur merawat. Kami ingin memperkenalkan budaya merawat Kami ingin menjadi bangsa yang bisa merawat (infrastruktur) dengan menciptakan pendamping,” kata Tri ditemui usai acara Pelepasan Anggota Patriot Energi oleh Menteri ESDM di Subang, Jawa Barat, Selasa dini hari (20/10).

Tri menuturkan Patriot Energi akan ditempatkan di wilayah terpencil, pulau terdepan serta pedesaan yang belum teraliri listrik. Para kader ini telah diberi pembekalan selama satu bulan lama. Organisasi pencinta alam Wanadri dilibatkan dalam memberi latihan cara bertahan hidup (survival). Selain itu kader Patriot Energi diberi pembekalan kompetensi kejuangan, kompetensi keteknikan, kompetensi pembangunan sosial, dan kompetensi keikhlasan.

Dia mengatakan, kader Patriot Energi ini memiliki bekal pembangunan berdasarkan pemberdayaan masyarakat yang akan membuat pembangunan berkelanjutan. “Mereka harus tahu Wawasan Kebangsaan bagaimana menyiapkan rakyat untuk mampu membangun dirinya sendiri. Kami bilang ke mereka jangan berpretensi mampu menyelesaikan masalah rakyat tapi mereka harus bisa mendorong rakyat menyelesaikan permasalahannya sendiri,” ujarnya.

Info Terkait :   Kembangkan Energi Baru dan Terbarukan, ESDM Alokasikan Rp 10 T

Pengukuhan Patriot Energi di Subang

Pengukuhan Patriot Energi dilakukan secara langsung oleh Menteri Sudirman Said di daerah kebun teh kampung Panaruban, desa Cicadas, kecamatan Segalaherang, Subang. Sekitar tengah malam penyematan brevet itu digelar. Dia mengungkapkan kader Patriot Energi merupakan sarjana-sarjana teknik dari seluruh Indonesia yang direkrut melalui proses seleksi yang ketat. Dari 3.600 pendaftar terpilih 100 orang dan dari 100 orang terpilih 80 orang yang lolos proses persiapan dan pelatihan. Kader ini bakal ditempatkan di pulau-pulau terdepan seperti Mentawai, Anambas, Saumlaki, dan wilayah pedalaman di Kalimantan sampai Papua. “Program ini bagian dari percepatan rasio elektrifikasi dan pembangunan energi baru terbarukan,” ujarnya.

Sudirman menuturkan 80 kader Patriot Energi berada di wilayah terdepan itu selama kurun waktu 6 bulan hingga satu tahun. Pulau terdepan di Indonesia tidak tersambung dengan jaringan transmisi nasional. Oleh sebab itu pemanfaatan sumber energi baru terbarukan menjadi solusi dalam pemenuhan listrik di daerah tersebut “Mereka ditempatkan di daerah sulit, transportasi susah. Ini memerlukan orang dengan semangat juang tinggi karena itu kami rekrut anak-anak muda,” tuturnya.

Keluar dari Zona Nyaman

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan Patriot Energi ini keluar dari zona nyaman. Pasalnya mereka akan berada di wilayah tanpa jaringan telekomunikasi alias tidak ada sinyal ponsel. Kemudian jauh dari keluarga serta sebagian memilih meninggalkan pekerjaan yang sudah dimiliki. Penempatan para kader ini berdasarkan ranking atau penilaian selama pembekalan berlangsung.

Info Terkait :   ESDM Canangkan Program Indonesia Terang

“Tergantung tingkat kesulitan dan rangking mereka. Kalau daerah sulit maka ditempatkan dua orang di wilayah tersebut,” ujarnya.

Rida menuturkan para kader ini akan tinggal bersama di rumah penduduk. Mereka kemudian akan memperkenalkan dan mengajarkan ke masyarakat sekitar tentang teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Dengan begitu maka masyarakat mengerti cara merawat dan timbul rasa memiliki. “Mereka juga punya tugas mengidentifikasi, menginventarisir sumber energi yang ada di daerah itu,” ujarnya.

Progam Patriot Energi ini kembali dibuka pada tahun depan. Rencananya tahun depan para Patriot akan memperkenalkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) kepada masyarakat. Setelah satu tahun para Patriot Energi bekerja, mereka akan kembali, mungkin ada yang diajak bergabung ke Kementerian ESDM, BUMN, swasta atau kembali ke kerja semula.

Sumber : Investor Daily 21 Oktober 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *