Menjamin Ketersediaan Listrik untuk Rakyat

listrik indonesia

Listrik Indonesia Masih Tertinggal

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam Pertemuan Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 35.000 MW di Jakarta awal bulan lalu mengakui bahwa kondisi kelistrikan Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain. “Di Brasil, kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 110 ribu MW (megawatt), dan itu dua kali dari kita. Sedangkan konsumsi listrik per kapita 2.500 kWh (kilo Watt hours), empat kali dari kita,” ungkap dia.

Padahal, jumlah penduduk yang dimiliki Indonesia hampir sama dengan, jumlah penduduk Brasil. Rasio elektrifikasi Indonesia juga masih tertinggal dari negara-negara tetangga, yakni 86%. Singapura memiliki rasio elektrifikasi sebesar 100%, Brunei Darussalam 99,7%, Thailand 99,3%, Malaysia 99%, dan Vietnam 98%.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, Pemerintahan Jokowi-JK telah menargetkan akan menambahkan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW dalam lima tahun ke depan, yakni periode 2014-2019. Sementara untuk daerah yang berada di pulau terluar, Kementerian ESDM memiliki proyek melistriki 47 pulau terluar di Indonesia, dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebagai siunber listrik di wilayah-wilayah tersebut. Selama ini, tantangan yang dihadapi dalam menerangi wilayah terluar adalah mobilisasi peralatan dan komponen pembangkit.

Sudirman Said mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk memastikan target pembangunan pembangkit 35.000 MW selesai pada 2019. Menurut Sudirman, kondisi bangsa Indonesia yang sedang membangun membutuhkan pasokan listrik yang besar. Ada berbagai perhitungan yang digunakan sehingga ditemukan bahwa kebutuhan listrik Indonesia selama lima tahun ke depan adalah 35.000 MW, seperti perhitungan berapa kebutuhan PT PLN (Persero), pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan penduduk. Program 35.000 MW sudah tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM No. 0074 K/21/ MEM/2015.

Info Terkait :   PLN Berikan Keringanan Tagihan Listrik Industri Padat Karya

Untuk mengejar pertumbuhan tersebut, solusi yang memungkinkan adalah dengan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Menurut Handbook of Energy and Economic Statistic of Indonesia 2013 yang diterbitkan Pusdatin Kementerian ESDM pada 2013, sumber daya batubara Indonesia sebanyak 119,4 miliar ton. Karena ketersediaannya sangat banyak, maka dalam RUPTL ini diasumsikan bahwa batubara selalu tersedia untuk pembangkit listrik. Hingga 2025, sekitar 50% pembangkit listrik akan menggunakan bahan bakar batubara. Batubara akan menggantikan bahan bakar minyak yang akan berkurang hingga menjadi 1% di tahun 2025.

Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *