Mencermati Pembangunan 35.000 MW Oleh Herman Darnel Ibrahim

program-35000-MW

Pemerintah telah mencanangkan pembangunan 35.000 megawatt pembangkit listrik. Belakangan rencana tersebut menjadi heboh karena dipandang tidak realistis oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

Jumlah tersebut memang sangat besar, hampir sama dengan kapasitas terpasang pembangkit yang sekarang ada, yaitu sekitar 40.000 MW yang telah dibangun sejak beberapa dekade lalu. Kita memang memerlukan pembangunan kelistrikan yang besar. Sekitar 20% penduduk Indonesia masih belum menikmati sambungan listrik. Konsumsi per kapita Indonesia yang sekitar 900 kilowattjam per tahun juga masih jauh di bawah konsumsi per kapita rata-rata dunia yang lebih dari 2.500 kilowattjam per tahun, dan juga sangat jauh di bawah konsumsi perkapita.

Tambahan kapasitas penyediaan sebesar 35.000 MW ini baru akan meningkatkan konsumsi listrik rata-rata menjadi 1600 kilowattjam per kapita per tahun. Singkat kata, bangsa Indonesia memang masih mengalami miskin listrik dan miskin energi. Namun, karena investasi sangat besar dan berisiko terhadap perekonomian, pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cermat.

Terkait hal ini, ada beberapa kebijakan pemerintah yang terungkap ke publik, antara lain, bahwa proyek tersebut akan diselesaikan dalam waktu lima tahun hingga 2019; sebagian besar pembangkit yaitu sekitar 20.000 MW akan dibangun di Pulau Jawa; sebagian besar pembangkit yaitu sekitar 30.000 MW akan dibangun oleh pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP); dan dari jumlah tersebut rencana pembangunan pembangkit dari sumber energi terbarukan hanya sekitar 3.000 MW.

Info Terkait :   Ekonomi Turun, Pemerintah Evaluasi Program 35000 MW
Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Updated on     Info Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *