Memacu Energi Terbarukan Menuju 10 Besar Dunia

renewable-energy-indonesia

Optimisme Kadin

Mencermati berbagai data dan dokumen di atas, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, khususnya bidang energi terbarukan dan lingkungan hidup (EBTLH) menyatakan optimisme tinggi terhadap kontribusi EBT Indonesia dalam mendukung perekonomian nasional. Bahkan Kadin sudah berani menargetkan potensi EBT Indonesia bisa menembus peringkat 10 dunia pada 2025 mendatang.

Hal ini didasarkan pada melimpahnya potensi sumber daya alam (SDA) Indonesia yang dapat dimanfaatkan. Hingga saat ini baru sekitar 9.900 MW listrik yang dihasilkan di dunia. Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi sebesar 28.000 MW atau sekitar 35% dari potensi dunia. Kini Indonesia telah memproduksi listrik panas bumi sebesar 1.189 MW atau peringkat ketiga setelah Amerika Serikat (2.687 MW) dan Filipina (1.968 MW).

Kadin sendiri bertekad untuk mendorong dan memfasilitasi anggotanya guna mengembangkan investasi di sektor EBT. Secara riil dan signifikan, Kadin ingin berperan nyata dalam pembangunan nasional. Pembangunan sektor EBT yang siginifikan pasti akan membantu mengurangi impor minyak yang menguras devisa negara secara terus meneru. Langkah ini juga berdampak pada terciptanya lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan secara signifikan, serta terciptanya ketahanan energi nasional.

Selain itu, Kadin juga mendukung rencana pemerintah pada periode 2020-2025 untuk menambah kapasitas terpasang pembangkit listrik mikro hidro 2,846 MW (tahun 2025), kapasitas terpasang biomasa 180 MW (tahun 2020), kapasitas terpasang angin (PLTbayu) sebesar 0,97 GW (tahun 2025), surya 0,87 GW (tahun 2024), dan nuklir 4,2 GW (tahun 2024). Total investasi yang diserap pengembangan EBT hingga tahun 2025 diproyeksikan sebesar US$ 13,197 juta. Nilai sebesar ini ditujukan untuk mencapai target pertumbuhan sekitar 8%.

Info Terkait :   Asian Renewable Energy Hub (AREH) Indonesia

Itulah makanya Kadin EBTLH mendorong Pemerintah Indonesia untuk menangkap momentum penting pendayagunaan energi terbarukan sebagai sumber energi bagi perekonomian nasional dan memposisikan Indonesia pada peringkat 10 besar dunia pemilik energi baru dan terbarukan. Bahkan, potensi energi terbarukan itu juga dapat menghasilkan devisa negara secara signifikan.

Dukungan penuh, komitmen nyata, dan keberpihakan terhadap dunia usaha yang menggeluti sektor EBT sebagai upaya membangun sarana pendukung energi alternatif dan energi baru dan terbarukan menjadi suatu keharusan yang sangat mendesak. Ini penting untuk mewujudkan perekonomian nasional yang berdaya saing. Memang harus ada langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak serta keseriusan untuk melakukan konservasi, efisiensi, hingga diversifikasi bahan bakar.

Penulis : Hardini Puspasari

  • Ketua Komite Tetap Kerja Sama Bantuan/Pengembangan Energi Terbarukan Kadin Indonesia

Sumber : Investor Daily 29 FebruariĀ 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *