Memacu Energi Terbarukan Menuju 10 Besar Dunia

renewable-energy-indonesia

Analisis ekonomi menyimpulkan bahwa produk domestik bruto (PDB) berpengaruh terhadap konsumsi energi. Itu berarti, pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara otomatis akan meningkatkan permintaan energi.

Tanpa ketersediaan energi yang memadai, sulit bagi kita untuk mencapai target-target perekonomian yang dipatok. Pemerintah harus mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) di dalam negeri, sehingga kemandirian energi bisa tercapai. Setidaknya pada 2025, Indonesia mampu menembus peringkat 10 sebagai negara penghasil EBT terbesar di dunia.

Hingga kini Indonesia masih tergantung pada energi fosil terutama minyak bumi dalam pemenuhan konsumsi di dalam negeri, yaitu sebesar 96% (minyak bumi 48%, gas 18% dan batubara 30%). Padahal, energi fosil itu diperkirakan hanya bertahan sekitar 11 tahun lagi. Itu sebabnya upaya memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi prioritas yang harus segera diwujudkan.

Energi baru dan terbarukan adalah sumber energi yang cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. EBT dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alami tidak akan habis bahkan berkelanjutan (sustainable energy) jika dikelola dengan baik. EBT juga ramah lingkungan, aman, dan terjangkau masyarakat.

Saat ini Indonesia mempunyai delapan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang layak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Ke-8 sumber energi itu yakni :

  1. biofuel atau bahan bakar hayati
  2. energi bio massa
  3. energi panas bumi atau geothermal
  4. energi air
  5. energi angin atau bayu
  6. energi matahari atau surya
  7. energi gelombang laut atau ombak
  8. energi pasang surut air laut
Info Terkait :   Energi Terbarukan Menjadi Tumpuan
Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *