Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Dibangun di Tangerang

pltsa rawa kucing

Pemerintah Kota Tangerang memastikan pembangunan megaproyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, akan segera dimulai.

“Insya Allah bulan depan direalisasikan,” ungkap Nanang Hermawan, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tangerang, kemarin.

BLH Kota Tangerang mendapat informasi dari Istana bahwa Peraturan Presiden (Perpres) No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategi Nasional selaku pengganti Perpres nomor 18 Tahun 2016 dalam tahap penyelesaian.

Dengan demikian, pembangunan PLTSa sudah bisa dilaksanakan bulan depan atau selambatnya dua bulan lagi. Daerah yang ditunjuk sebagai pengelola sampah sebagaimana yang tertera dalam perpres itu meliputi Tangerang, Semarang, dan Makassar. “Saat ini kami menunggu arahan Presiden,” kata Nanang.

Sambil menunggu informasi lebih jauh dari pemerintah pusat, penyaringan pelaksana pembangunan PLTSa terus berjalan. Jumlah calon investor yang sudah mendaftarkan diri ialah 72 perusahaan dari luar negeri, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Jerman.

Syarat utama yang ditetapkan bagi investor untuk memenangi tender ialah pernah membangun lima proyek yang sama di lima negara. Selain itu, perjanjian kontraknya menggunakan sistem build Operate and transfer (BOT) selama 23 tahun dengan nilai Rp1,5 triliun. “Dalam perjanjian, investor pemenang minimal memiliki modal tiga kali lipat dari dana tersebut,” kata Nanang.

Info Terkait :   Membuang Sampah Jadi Listrik

Lelang akan berlangsung di Tangerang karena penanggung jawab proyek merupakan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, sedangkan penilaian dilakukan tim khusus yang melibatkan ahli sampah, teknologi, dan hukum.

Keuntungan yang akan diperoleh investor, Nanang menjelaskan, didapat dari hasil penjualan listrik kepada PLN. “Sudah ada jaminan dari PLN akan membeli listrik PLTSa tersebut. Tarifnya ditentukan Kementerian ESDM.”

Pemkot Tangerang akan mendapatkan keuntungan karena sampah berkurang di TPS Rawa Kucing. Sampah yang saat ini menjulang di TPA Rawa Kucing akan habis pada waktunya.

 

Proyek diyakini tidak akan merugikan masyarakat karena alat yang digunakan sudah canggih dan tidak mengeluarkan limbah ataupun asap beracun.

Sumber : Media Indonesia 29 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *