Listrik Sering Padam Karena Overhaul Pembangkit

listrik-padam

Berbagai daerah masih belum bisa menikmati listrik dengan tenang karena arus yang masih biarpet.

Masyarakat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultanbara), Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah (Kalselteng), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan masih harus mengalami pemadaman listrik bergilir.

Kepala Humas PLN Kalsel Kalteng, Anang Juhrani, mengatakan PLN sedang memperbaiki (overhaul) empat unit pem bangkit sepanjang 2016 yang menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir di dua provinsi itu.

Dia menjelaskan perbaikan tahap pertama dilakukan di pembangkit UNIT 3 PLTU Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut, yang berkapasitas 65 MW.

Setelah itu, masih ada perawatan di Excess Power PLTU MSW yang berkapasitas 40 MW, Kabupaten Tabalong. Ketiga ialah perbaikan PLTU Asam-Asam Unit 4 yang berkapasitas 65 MW serta pemeliharaan PLTU Asam-Asam Unit 1 yang berkapasitas 65 MW. “Perbaikan pembangkit utama yang mengaliri listrik di wilayah Kalsel-Kalteng selesai pada Juni 2016,” kata Anang saat menerima kunjungan kerja Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di PLTU Pulau Pisau, Kalteng.

Anang menjelaskan saat ini produksi listrik PLN dari sejumlah pembangkit listrik utama PLTU Asam-asam unit 1-4 berkapasitas 240 MW, ditambah pembangkit penunjang PLTD Sektor Barito, PLTA Riam Kanan, pembelian listrik swasta, serta pembangkit penunjang lain yang mencapai 525 MW.

Sementara itu, konsumsi listrik saat beban puncak malam hari mencapai 500 MW.

Info Terkait :   PLN Target Penjualan Listrik 2016 Tumbuh 6%

Anang menambahkan PLN segera mengoperasikan dua pemangkit listrik di Kalteng, yakni PLTU Pulang Pisau berkapasitas 2 x 60 MW dan PLTG Bangkanai berkapasitas 155 MW. Dengan tambahan pembangkit, lanjut dia, kegiatan overhaul tidak akan mengganggu pasokan listrik ke masyarakat.

Wakil Ketua Komite II DPD, Anna Latuconsina, mengkritisi pembangunan PLTU Pulang Pisau. “Proyek ini sempat terlambat sehingga realisasinya tidak sesuai dengan target operasional yang telah ditetapkan sebelumnya,” terang Anna.

General Manager PT PLN Wilayah IX Sultanbatara Warsito Adi di Makassar, kemarin, menjelaskan pemadaman bergilir dilakukan karena ada gangguan teknis di PLTU Jeneponto unit 1 yang memiliki daya 100 MW.

Gangguan yang dimaksud berupa kebocoran dengan level high pressure heater sehingga sistem interkoneksi Sulselbar ikut terpengaruh. “Akibatnya PLTU Jeneponto defisit daya 45 MW.”

Sumber : Media Indonesia 2 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *