Listrik Berbasis Energi Laut Masih Terkendala Teknologi & Dana

Indonesia memiliki potensi energi laut yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi listrik khususnya di wilayah Sulawesi yang memiliki laut cukup dalam.

Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Alihuddin Sitompul mengatakan wilayah, Sulawesi memiliki palung-palung yang cocok dijadikan tempat proyek tersebut.

“Pengembangannya tidak mungkin di pinggir pantai Jakarta. Minimal kedalaman yang dibutuhkan sekitar 3.000 meter,” katanya kepada Bisnis, Selasa (3/3)

Menurutnya, laut sebagai sumber energi di Indonesia memang belum populer, bahkan sampai saat ini masih dilakukan studi-studi oleh berbagai lembaga riset. Namun, jika dilihat dari lokasinya, Indonesia memiliki peluang dalam mengembangkan energi laut.

Dia menilai lambatnya pengembangan sumber energi tersebut dikarenakan adanya kendala mulai dari teknologi hingga pendanaan.

“Namanya mengembangkan energi terbarukan kalau bisa besok langsung dikerjakan. Tapi, kan tidak semudah itu. Kemarin kita melakukan percobaan di Bitung cuma dapat 10 kilowatt (KW), sedangkan pembangunannya luar biasa mahal,” tutumya.

Alihuddin menyebutkan dana yang dibutuhkan jauh di atas pembangkit listrik lain yang menggunakan bahan bakar batu bara dan gas. Artinya, untuk menghasilkan 1 megawatt (MW) dana yang diperlukan di atas US$2 juta.

Pasalnya, proyek ini membutuhkan lokasi yang gelombangnya cukup kuat secara konsisten serta instalasi yang juga harus dibangun, dengan sangat kuat agar dapat menahan kondisi cuaca buruk.

Info Terkait :   BPP Turun, Penyediaan Listrik Semakin Efisien

“Sekarang untuk transmisinya saja butuh dana yang besar karena jarak antara pembangkit dengan bebannya sangat jauh,” ujarnya.

Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangannya juga tidak sedikit. Alihuddin mengungkapkan untuk penelitian saja, waktu yang dibutuhkan berkisar antara 3 sampai 4 tahun.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah melakukan kajian untuk mengembangkan listrik berbasis dari energi laut seperti yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Ketenagalistrikan (RUPTL) 2015-2024.

Namun, PLN mengaku belum ada pabrikan teknologi konversi energi laut menjadi listrik yang sudah terbukti kehandalannya untuk beroperasi komersial selama lima tahun.

Sumber : Investor Daily

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *