Listrik dari Jalan Sepeda Penyerap Tenaga Surya

SolaRoad

Di kala penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan masih berkutat di tataran wacana di Tanah Air, ‘Negeri Kincir Angin’ telah lebih jauh melangkah. Proyek mengubah jalur sepeda menjadi jalan yang dapat menyerap tenaga surya di Belanda telah melewati masa utama percobaan dengan baik.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Solaroad–nama teknologi tersebut–telah menghasilkan lebih dari 300 kilowatt-hour (kwh) selama enam bulan masa awal beroperasi.

Jalur dengan panjang 70 meter di dekat Kota Krommenie, luar Amsterdam, tersebut telah dapat menyediakan listrik untuk satu rumah selama satu tahun pada enam bulan pertama. Dengan pencapaian itu, tenaga sebesar 70 kwh bisa tercipta dalam tiap meter persegi jalan selama satu tahun. Angka tersebut tepat seperti prediksi para desainer pada masa perencanaan atas batas tertinggi tenaga yang dapat dihasilkan Solaroad.

Jalan berpanel surya itu dibangun menggunakan campuran batuan keras dan penyerap tenaga surya yang dilapisi kaca antipecah, karet silikon, dan beton sebelum ditutupi dengan lapisan permukaan yang halus, namun bisa mencegah kemungkinan jalan menjadi licin.

Pada pertengahan tahun lalu, diketahui jalan tersebut mampu menopang kendaraan dengan berat sekitar 2 ton, meski belum siap dilintasi kendaraan yang lebih berat seperti bus dan truk kargo. Investasi proyek sekitar US$3,7 juta (Rp50 miliar) itu sebagian besar dibiayai pemerintah daerah setempat. Dari proyek percontohan ini diproyeksikan sekitar 20% jalan di Belanda atau hampir 87.000 mil jalan bisa diadaptasi menjadi Solaroad.Angka itu setara dengan 400 hingga 500 km persegi tambahan.

Info Terkait :   Energi Baru Terbarukan Butuh Investasi Rp 402 T

“Atap panel surya biasanya dirancang untuk bertahan 20-25 tahun. Bila tipe di Solaroad ini bisa bertahan 15 tahun saja sudah bagus karena pada akhirnya bisa membawa keuntungan lebih besar,” kata juru bicara SolaRoad Sten de Wit seperti dikutip Gazette Review, beberapa waktu lalu.

Lebih lajut, dalam wawancara dengan BBC, De Wit mengatakan jalan tersebut memberi keuntungan tambahan bagi pembangkit listrik lokal. “Jalan itu berpotensi membantu kekuatan sensor yang dapat meningkatkan manajemen lalu lintas atau bahkan memungkinkan bimbingan secara otomatis pada kendaraan,” tuturnya.

Pihaknya kini tengah berupaya mengurangi pengelupasan lapisan antislip akibat paparan sinar matahari jangka panjang dan fluktuasi suhu.

Pembangunan jalan solar juga dikembangkan di beberapa negara lain. Perusahaan Solmove sudah menyatakan niatnya mengaplikasikan jalan surya itu di Jerman. Begitu pula di Idaho, Amerika Serikat, yang telah telah menerima dana dari pemerintah untuk menguji teknologi tersebut.

Pemerintah Prancis pun pada awal tahun ini menyatakan akan menjadikan 1.000 km jalan di negara tersebut menjadi penyerap tenaga surya. Bagaimana di Indonesia? Sabar saja, pasti nanti juga diwacanakan.

Sumber : Media Indonesia 16 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *