Listrik Bali Bebas BBM April 2016

pulau-bali

PT PLN (Persero) menjanjikan seluruh pasokan listrik di Pulau Bali tidak lagi dipasok dari pembangkit listrik kerbahan bakar minyak pada April nanti. Hal ini seiring beroperasinya fasilitas penyimpanan dan regasifikasi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di PLTGU Pesanggaran.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali Amin Subekti mengatakan, selama ini PLTGU Pesanggaran dihidupkan menggunakan BBM lantaran belum ada fasilitas regasifikasi LNG. Penggunaan BBM untuk pembangkit listrik ini mencapai 350 ribu kiloliter (KL) pertahun. Namun, mulai April nanti, Bali mendapat pasokan gas untuk pertama kalinya.

“Tetapi mulai April, begitu fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG selesai, di Bali tidak ada konsumsi BBM (oleh pembangkit listrik) lagi,” kata dia usai mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said meninjau fasilitas penyimpanan data regasifikasi PLTGU Pesanggaran di Denpasar, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, terdapat tiga fasilitas yang telah diselesaikan perseroan guna merealisasikan pasokan gas di PLTGU Pesanggaran ini, yakni fasilitas penyimpanan berkapasitas 25 ribu meter kubik, regasifikasi, dan kapal pengangkut LNG ukuran kecil 22.500 meter kubik. Saat ini kapal LNG tersebut tengah dalam proses cooling down di Kilang LNG Bontang, Kalimantan Timur. “Kemudian pengisian LNG pada 5 April, perjalanan ke Bali sekitar dua hari, kira-kira pada 12 sampai 15 April bisa dilakukan operasi penuh,” jelas Amin.

Info Terkait :   Bali Jadi Contoh Pengembangan Rumput Laut untuk Listrik

Pasokan gas untuk PLTGU Pesanggaran ini memang dari Kilang LNG Bontang. Bersamaan dengan tinjauan Menteri Sudirman Said, PLN juga meneken kontrak pasokan LNG dengan PT Pertamina (Persero) sebagai operator kilang dan Total E&P Indonesie selaku pemasok gas ke Kilang Bontang. Harga LNG mengikuti 11,4% dari harga minyak, di mana saat ini harga gasnya US$ 4,91 per juta british thermal unit (mmbtu).

Pasokan LNG dari Kilang Bontang ini mampu menutup seluruh kebutuhan gas PLTGU Pesanggaran. “Fasilitas regasifikasi bisa menghasilkan gas 50 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/ mmscfd). Jadi kebutuhan untuk 200 MW terpenuhi semua dari sini,” jelas Amin.

Menurut Amin, kebutuhan gas untuk PLTGU Pesanggaran sebenarnya hanya sekitar 32 mmscfd. Namun, perseroan sengaja mendesain kapasitas fasilitas regasifikasi lebih tinggi dari kebutuhan guna mengantisipasi adanya pertumbuhan kebutuhan setrum di Bali. Dengan masih ada sisa kapasitas, pihaknya masih bisa mengembangkan PLTGU baru.

Di Bali sendiri, lanjutnya, masih ada dua PLTGU yang belum mendapat pasokan gas yaitu PLTGU Pemaron dan Gifimanuk. Namun, kedua pembangkit ini tidak lagi dioperasikan kecuali jika terjadi lonjakan kebutuhan listrik.

Apalagi, Pemerintah Daerah Bali menginginkan energi bersih di wilayah. “Kebutuhan listrik di Bali diestimasi sampai 2025 akan mencapai 2.000 MW. Dari kapasitas saat ini 800 MW ke 2.000 MW semuanya akan dari energi bersih, yakni gas dan energi baru terbarukan,” tuturnya.

Info Terkait :   Medco Gandeng Mitsui Incar PLTGU Jawa 1

Pilot Project

Menurut Amin, proyek pengiriman dan regasifikasi dalam skala kecil di Bali ini merupakan yang pertama di Indonesia. Proyek ini sekaligus menjadi pilot project perseroan sebelum menerapkan sistem distribusi LNG skala kecil ini di Indonesia bagian Tengah dan Timur. “Proyek ini merupakan pilot project, supaya ke depan bisa layani daerah kecil untuk pasokan gas,” ujarnya.

PLN kini tengah memproses lelang pengadaan LNG untuk Indonesia bagian tengah. Distribusi LNG di wilayah ini akan sama dengan di Bali. Hal ini lantaran untuk memasok Indonesia Tengah yang pembangkitnya kecil-kecil dan tersebar, pasokan gas yang dibutuhkan seluruhnya harus dalam bentuk LNG melalui kapal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja menambahkan, skema pengiriman LNG skala kecil ini sudah masuk dalam perencanaan nasional. Pihaknya menargetkan Indonesia memiliki virtual pipeline dengan kapal-kapal pengangkut gas supaya seluruh wilayah bisa terlistriki pada 2025.

Sumber : Investor Daily 4 April 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *