Krisis Pasokan Listrik Hambat Industri di Daerah

Permasalahan krisis listrik masih menjadi momok investor untuk melakukan investasi di Indonesia. Hambatan ini bukan hanya dirasakan oleh calon investor yang datang, tapi juga investor yang sudah ada.

“Ini masalah serius, karena di beberapa daerah seperti Kupang dan Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris setiap hari dalam setahun selalu mati listrik,” kata Anggota DPRRI Komisi VII Harry Poernomo dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Minggu (21/2).

Harry mengatakan, kondisi ini tentu ironis, sebab pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan strategis melalui paket kebijakan ekonomi yang kompetitif untuk meningkatkan daya saing nasional. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pihak yang bertanggung jawab menyediakan pasokan setrum untuk menggerakkan industri
tentu harus tanggap akan kebutuhan tersebut.

Dia mengungkapkan, di Kupang dan NTT ada industri besar yang pasti menjerit karena tidak bisa berproduksi. Karenanya, PLN harus menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.

“Kami akan panggil direksi PLN agar menyelesaikan persoalan ini. Intinya, mereka harus bertanggung jawab,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengaku prihatin atas krisis pasokan listrik yang makin parah mendera industri di daerah. Menurut dia, masalah utama sebenarnya ada di PLN karena menghambat pemenuhan kebutuhan listrik oleh pihak swasta atau Independent Power Producers (IPP).

“Masalahnya ada di PLN. Kalau tidak mampu mengatasinya, serahkan pada swasta. Jangan malah dihalang-halangi. Kalau seperti ini, PLN tidak konsisten mendukung target 35 ribu megawatt,” tegas dia.

Info Terkait :   Tarif Listrik Naik Mei 2015

Apindo sendiri mengaku tidak paham dengan pemikiran manajemen PLN untuk mengatasi pasokan listrik industri yang sepertinya jalan di tempat, sehingga masalah setrum ini tidak juga ada solusi. Padahal, pemerintah punya cita-cita membangun listrik hingga 35 ribu megawatt

“Banyak aturan yang belum clear, dan ini akan menyebabkan PLN merasa dikriminalisasi,” tambah dia.

Hariyadi menyarankan agar PLN berani melakukan inisiatif dan terobosan agar masalah klasik pemadaman listrik yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia segera teratasi. “Ini tergantung leadership. Jangan takut dikriminalkan. Gara-gara begini, tidak hanya NTT yang kekurangan listrik, tapi banyak daerah juga seperti itu,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily 22 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *