Konsorsium WIKA Kaji Pinjaman Bank untuk PLTU Jawa 5 dan Jawa 7

pembangkit-listrik-tenaga-uap

Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengkaji pinjaman bank sekitar Rp 25 triliun untuk membiayai proyek pembangkit listrik (power plant) di Banten, Pinjaman tersebut sekitar 70% dari total investasi yang mencapai Rp 35 triliun.

Selain pinjaman, konsorsium Wika menyiapkan ekuitas sebesar Rp 10 triliun atau 30% untuk membiayai megaproyek tersebut. Wika akan menggandeng perusahaan asal Tiongkok, yaitu China Nuclear Engineering Group Corporation Ltd (CNEC).

Wika membidik kepemilikan sebesar 15%. Selain CNEC, perseroan juga bakal mengajak perusahaan lokal, yakni PT Sumber Segara Primadaya.

“Perseroan memang baru mengikuti tender untuk proyek power plant ini. Memang ada kemungkinan jika menang, kami akan menggunakan pinjaman bank untuk mendanai proyek ini,” kata Sekretaris Perusahaan Wika Suradi.

Menurut Suradi, perseroan bisa saja menggunakan pinjaman dari bank asing, seperti China Development Bank (CDB) dengan bank lokal pelat merah sebagai fasilitator pinjaman tersebut. Sebagai informasi, perseroan berencana menggunakan pinjaman dari CDB untuk membiayai proyek kereta berkecepatan menengah (medium speed railway) Jakarta-Bandung.

Adapun proyek power plant yang dibidik Wika adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 5 dan Jawa 7 di Banten, yang masing-masing akan memiliki kapasitas 2×1.000 megawatt (MW).

Tender yang diikuti Wika adalah bagian dari proyek pemerintah untuk menambah suplai listrik hingga 35 ribu MW, yang ditargetkan tercapai dalam waktu 5 tahun.

Info Terkait :   PT Soma Daya Utama Bangun PLTU di Pulau Karimun

Menurut Suradi, untuk setiap megawatt dalam proyek power plant ini, nilai investasinya sekitar US$ 1,5 juta. “Nilai proyeknya sekitar Rp 35 triliun. Untuk pemenang tender akan diumumkan Oktober mendatang,” jelas dia.

Sumber : Investor Daily 28 September 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *