Konsorsium United Tractors Garap Power Plant US$ 4,2 Miliar

united-tractors

PT United Tractors Tbk (UNTR) bersama perusahaan asal Jepang, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc, menargetkan mampu memulai konstruksi pembangkit listrik 2.000 megawatt (MW) di Jawa Tengah paling lambat pada April 2016. United Tractors bakal memiliki kepemilikan minoritas dalam proyek tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Sumitomo, total proyek ini bernilai sekitar 500 miliar yen, atau setara US$ 4,2 miliar. Dengan demikian, nilai proyek bernamaTanjung Jati B Pembangkit Tenaga listrik Batubara unit 5 & 6 ini sekitar Rp 58,75 triliun.

Sekretaris Perusahaan Sara K Loebis mengungkapkan, setelah perseroan dan mitra menahdatangani kesepakatan pada 21 Desember 2015, kini perseroan mematangkan skema pendanaan proyek.

“Kami harapkan financial close pada akhir kuartal I atau awal kuartal II-2016. Setelah itu, proses pembangunannya bisa langsung dimulai. Pendanaan akan berasal dari ekuitas dan pinjaman bank” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (26/1).

Sara mengatakan, Sumitomo Corp dan Kansai Electric berpeluang memiliki mayoritas, atau lebih dari 50% pada pembangkit listrik tersebut. Hal ini dikarenakan kedua perusahaan tersebut telah berpengalaman dalam mengelola independent power producer (IPP).

Meskipun United Tractors memiliki minoritas, lanjut Sara, perseroan setidaknya mendapatkan pengalaman serta mempelajari lebih dalam bisnis pembangkit listrik. Proyek Tanjung Jati 5& 6 yang memiliki kapasitas masing-masing 1.000 MW diperkirakan membutuhkan tenaga batubara sebanyak 7 juta ton per tahun.

“Keuntungan bagi kami adalah dapat memanfaatkan pasokan batubara milik United Tractors. Proyek ini bisa menjadi awal mula diversifikasi bisnis di sektor listrik,” terang dia.

Jika pengerjaan proyek berjalan sesuai jadwal, kata Sara, pembangkit listrik ini diperldrakan dapat beroperasi pada 2019. Proyek ini digarap dengan skema build, operate and transfer. Selain mengoperasikan pembangkit listrik Tanjung Jati tersebut, konsorsium bakal memasok lisrik kepada PLN untuk periode 25 tahun, terhitung sejak dimulainya operasi komersial.

“Pembangkit listrik ini akan digarap oleh unit usaha PT Unitra Persada Energia (UPE), supply alat berat mungkin dari United Tractors, dan kami juga bakal mengajak PT Acset Indonusa Tbk (ACST) untuk pembangunan infrastruktur pendukung,” jelas Sara.

Sebagai informasi, Unitra Persada merupakan perpanjangan tangan perseroan pada bidang industri pembangkit tenaga listrik. Anak usaha yang resmi berdiri pada 14 Desember 2015 ini dimiliki langsung oleh United Tractors serta salah satu usahanya PT Pamapersada Nusantara.

Pendirian Unitra Persada merupakan bentuk ekspansi dan diversifikasi kegiatan usaha perseroan. Secara khusus, unit usaha ini bergerak dalam bidang industri pembangkit tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, penjualan, transmisi dan distribusi serta usaha lainnya yang masih terkait dengan tenaga kelistrikan.

Lebih jauh, saat ini United Tractors juga membidik tender pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang di Sumetera Selatan berkapasitas 2×300 megawatt (MW).

Sumber : Investor Daily 27 Januari 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *