Kementerian Didesak Utamakan Produk Lokal untuk Program 35.000 MW

industri-baja

Kementerian/lembaga dan badan usaha milik negara (BUMN) di minta semakin memperbesar penyerapan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain dapat memperkuat struktur industri nasional, hal itu juga memperbesar kesempatan kerja.

Presiden Joko Widodo menyampaikan itu ketika memimpin rapat terbatas mengenai tingkat komponen dalam negeri di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

“Saya memantau masih ada kementerian dan BUMN yang banyak menggunakan produk bukan dalam negeri,” kata Jokowi.

Kementerian yang dinilai boros menggunakan barang impor seperti baja ialah Kementerian ESDM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian BUMN. Penggunaan barang dalam negeri, lanjut Presiden, selain untuk menekan biaya impor juga memacu daya saing industri nasional di pasar dunia.

Produk baja banyak digunakan untuk konstruksi kapal, pipa, bangunan, konstruksi umum, kendaraan bermotor, kaleng, dan peralatan rumah tangga.

statistik-industri-baja-2016

Sumber : Media Indonesia 24 Februari 2016

Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, produk atau komponen dalam negeri selalu kalah bersaing atau tidak digunakan pada proyek strategis pemerintah. “Dalam aturannya ada preferensi 10% atau 12%. Namun, praktiknya dalam pengadaan spesifikasi selalu ditulis tidak bisa dibuat di dalam negeri. Sudah pasti tidak ada (produsen) komponen lokal menang.”

Jokowi berharap pembangunan proyek kelistrikan 35 ribu MW juga melibatkan lebih banyak industri dalam negeri untuk pembangunan menara transmisi sepanjang 46 ribu kilometer.

Info Terkait :   PLTN Tidak Masuk dalam Rancangan Energi Nasional

PT PLN (Persero) memastikan proyek yang menjadi bagian dari pembangkit listrik 35 ribu MW terus berjalan. Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati memastikan beberapa bagian proyek mulai melakukan groundbreaking pada semester awal tahun ini. “Sampai akhir Desember tahun lalu kami sudah menandatangani kontrak 17 ribu MW lebih. Kami terus mendorong kontraktor untuk menuntaskan financial close. Sembari berjalan, semester pertama tahun ini kami menargetkan penandatanganan kontrak sekitar 15 ribu MW lagi. Target PLN dalam lima tahun ke depan membangun transmisi lebih dari 46 ribu kilometer yang dipecah menjadi 732 proyek.”

Sumber : Media Indonesia 24 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *