Investasi Pembangkit Listrik Tumbuh di Sumatera Utara

danau-toba-sumatera-utara

danau-toba-sumatera-utara

Sepanjang kuartal 1/2015, realisasi investasi Sumatera Utara tercatat mencapai total Rp4,75 triliun. Dari total tersebut, realisasi investasi untuk pembangunan pembangkit listrik mendominasi hingga Rp2,65 triliun.

Investasi Pembangkit Listrik

Adapun realisasi investasi pembangkit listrik dari penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp2,1 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp556 miliar.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumut Dewi Purncama mengatakan minat investasi pembangkit listrik yang besar muncul karena defisit listrik yang selama ini dialami Sumut.

“Kami optimistis banyaknya investor ini akan mengatasi kekurangan listrik di Sumut,” tutumya, Kamis (30/4).

Lebih lanjut, Dewi memerinci untuk PMA terdapat 12 perusahaan yang telah melaporkan realisasi investasi pembangkit listrik mereka.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan Air

Realisasi investasi terbesar berada di Tapanuli Utara oleh Medco Geopower Sarulla asal Jepang yakni US$113,12 juta atau Rp1,4 triliun. Pembangkit listrik ini akan berkapasitas 330 MW.

Selanjutnya, ada Wampu Electric Power di Karo dengan total realisasi investasi US$33,61 juta. Inpola Mitra Elektrindo asal Malaysia juga telah merealisasikan investasi pembangkit listrik tenaga minihidro
di Pakpak Barat dengan kapasitas 11 MW senilai US$14,07 juta.

“Selain itu ada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air. Lokasi lainnya yakni di Mandailing Natal, Langkat, Toba Samosir, dan Serdang Bedagai. Investornya kebanyakan dari Malaysia seperti Andalas Pembangkit Mandiri dan Nusantara Pembangkit Mandiri,” tambah Dewi.

Info Terkait :   Indonesia makin Memikat Investor

Untuk investasi pembangkit listrik dari PMDN, dia memerinci realisasi terbesar ditanamkan Global Hidro Energi di Simalungun dengan kapasitas 8.300 KW senilai Rp260,19 miliar.

Selain itu, ada Global Karai Energi, juga di Simalungun berkapasitas 7 MW senilai Rp215,58 miliar, dan Inpola Meka Elektrindo di Toba Samosir berkapasitas 10.200 KWH senilai Rp80,29 miliar

Menunggu Realisasi 2400 MW

Dewi mengatakan dalam waktu dekat pihaknya juga menunggu realisasi investasi pembangunan pembangkit listrik dari Wahana Multikarya International berkapasitas 2.400 MW.

“Pembangunannya akan ada di KIM III (Kawasan Industri Medan). Tapi prosesnya masih tahap penjajakan,” tuturnya.

Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi dari IAIN Sumut, menyebutkan banyaknya investor pembangkit listrik yang masuk secara jangka panjang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumut, bahkan mencapai 7%.

Sumber : Bisnis Indonesia Mei 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *