Insentif Listrik untuk Pelanggan Industri I-3 dan I-4

listrik indonesia

Sesuai ekspektasi, paket kebijakan ekonomi jilid III yang diluncurkan Rabu (7/10) berisi sejumlah terobosan jangka pendek untuk meringankan dunia usaha dan masyarakat. Pemerintah menurunkan harga solar bersubsidi Rp 200 per liter mulai Sabtu (10/10), menurunkan harga avtur secara nasional, memberikan diskon dan penurunan tarif listrik bagi industri padat karya dan rawan PHK, mempersingkat waktu pengurusan hak guna usaha (HGU),serta menurunkan harga gas untuk industri mulai 1 Januari 2016.

Paket Kebijakan Ekonomi Jilid III

  1. Harga solar bersubsidi dan nonsubsidi turun Rp 200 per liter mulai Sabtu (10/10).
  2. Harga avtur untuk penerbangan luar negeri turun US$ 10 sen per liter, untuk domestik turun sekitar 1% (saat ini baru berlaku di Bandara Soekarno-Hatta).
  3. Tarif listrik untuk pelanggan industri golongan I-3 dan I-4 akan turun Rp 12-13 per kWh, mengikuti (automatic tariff adjustment) turunnya harga minyak (ICP), kurs, dan inflasi (sudah berlaku mulai 1 Oktober 2015).
  4. Diskon tarif hingga 30% untuk pemakaian listrik pada tengah malam, dari pukul 23.00 sampai 08.00, yaitu saat beban sistem ketenagalistrikan rendah.
  5. Memberikan kemudahan pembayaran tagihan rekening listrik kepada industri padat karya dan Industri berdaya saing lemah yang rawan PHK. Perusahaan hanya membayar 60% dalam setahun, sisanya dicicil mulai bulan ke-13 atau awal tahun berikutnya.
  6. Harga gas untuk pabrik pupuk dari lapangan gas baru US$ 7 per mmbtu mulai 1 Januari 2016. Saat ini, harga gas untuk industri rata-rata US$ 8 per mmbtu. Penyesuaian harga ini disesuaikan dengan kemampuan daya beli industri pupuk. Harga gas untuk industri lainnya akan diturunkan sesuai kemampuan industri masing-masing.
  7. Pengurusan perpanjangan hak, pemberian hak, dan pembaruan hak atas tanah dipermudah. Permohonan hak guna usaha (HGU) dipangkas dari 30-90 hari kerja menjadi 20 hari untuk lahan sampai 200 ha dan 45 hari kerja untuk lahan di atas 200 ha. Perpanjangan HGU dipangkas dari 20-50 hari menjadi 7 hart kerja untuk lahan 200 ha dan 14 hari kerja untuk lahan di atas 200 ha.
Info Terkait :   PLN Berikan Keringanan Tagihan Listrik Industri Padat Karya

Insentif Listrik

Menteri ESDM Sudirman Said menambahkan, untuk tarif listrik, pemerintah melalui PT PLN (Persero) menyiapkan tiga insentif. Pertama, menurunkan tarif listrik untuk pelanggan industri golongan 1-3 dan 1-4 sebesar Rp 12-13 per kWh mengikuti turunnya harga minyak (Indonesia crude price/ICP), kurs, dan inflasi. Ketentuan itu sudah berlaku mulai awal Oktober 2015. “Tarif listrik industri golongan 1-3 dan 14 sekarang menggunakan skema automatic tariff adjustment,” tutur dia.

Insentif kedua, kata Sudirman, diskon tarif hingga 30% untuk pemakaian listrik pada tengah malam, dari pukul 23.00 sampai 08.00. Diskon sebesar itu diberikan saat beban sistem ketenagalistrikan rendah.

Sedangkan insentif ketiga yaitu kemudahan pembayaran tagihan rekening listrik kepada industri padat karya dan industri berdaya saing lemah yang rawan pemutusan hubungankeija (PHK). “Berdasarkan insentif tersebut, perusahaan hanya membayar 60% dalam setahun, sisanya dicicil mulai bulan ke-13 atau awal tahun berikutnya,” papar dia.

Sumber : Investor Daily 2 Oktober 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *