Indonesia Akan Miliki PLTU Mulut Tambang Terbesar di Asia Tenggara

pembangkit-listrik-tenaga-uap

Indonesia bakal memiliki pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang terbesar di Asia Tenggara berkapasitas 2×620 megawatt (MW). Pembangkit bernama PLTU Bongko Tengah atau yang disebut Sumsel 8 ini siap beroperasi pada 2018.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, proyek ini sudah dikonsep sejak tahun 1990-an. Namun menemui kendala dalam membuat keputusan. “Baru kali ini ditangan leadership Pak Gubernur, Pak Mila (Milawarma), Menteri BUMN, dan ketegasan Presiden, sekarang bisa groundbreaking. Ini PLTU mulut tambang pertama dan terbesar di Asia Tenggara,” kata Sudirman dalam sambutannya di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Presiden Joko Widodo, kata Sudirman, meminta komitmen dan keseriusan semua pihak terkait pembangunan proyek ketenagalistrikan nasional 35 Ribu MW. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan hendaknya jangan sebatas acara seremonial. “Presiden mengingatkan jangmgrounbreaking saja. Tapi enggak ada progresnya,” ujarnya.

Sudirman menuturkan, proyek listrik 35 Ribu MW bertujuan untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi. Artinya, proyek ini guna memenuhi kebutuhan listrik sehingga harus segera dikerjakan. “Beliau akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke proyek-proyek yang sudah groundbreaking untuk melihat progres,” tuturnya.

Dia mengatakan, hingga Oktober kemarin, ada penambahan daya terpasang hingga 1.500 MW. Pada tahun lalu kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional tercatat sekitar 53 Ribu MW. Hingga akhir 2015, kapasitas terpasang pembangkit ditargetkan naik menjadi 57.000 MW. “Tahun ini ada penambahan 4.000 MW. Ini lebih tinggi ketimbang pemerintahan periode sebelumnya yang hanya 2.000 MW per tahun,” ujarnya.

Info Terkait :   PT Bukit Asam Kembangkan PLTU di Sumatera

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, menuturkan, Sumsel. memiliki kandungan batubara sekitar 48% dari potensi yang ada di Indonesia Dia mengatakan, potensi itu sudah ada yang dimanfaatkan untuk PLTU. “Strategisnya posisi Sumsel sebagai lumbung energi Indonesia,” kata dia

Menurut dia, Sumatera Selatan surplus listrik hingga 525 MW yang sudah didistribusikan bagi provinsi sekitar seperti Jambi, Bengkulu dan Lampung. Dia mengatakan, proyek PLTU mulut tambang ini pun dapat dirasakan oleh masyarakat di Pulau Jawa. Pasalnya, listrik yang dihasilkan bakal ditransfer melalui kabel transmisi bawah laut dengan teknologi tegangan tinggi menuju Tanjung Pucuk, Banten. “Kita surplus listrik dan bantu ke daerah lain,” ujarnya.

Dirut PTBA Milawarma menambahkan, proyek ini digarap oleh konsorsium PTBA dan China Huadian Corporation. Adapun komposisi kepemilikan mayoritas dipegang oleh China Huadian dengan 55% dan PTBA sebesar 45%. Sementara investasi proyek ini mencapai US$ 1,59 miliar dengan komitmen pendanaan dari The Export-Import Bank of China (CEXIM) sebesar US$ 1,2 miliar. PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 ini ditargetkan rampung paling lambat 2018. “Kebutuhan batubara 5-6 juta ton per tahun dan semuanya dari kami. Jadi ini pembangkit mulut tambang,” jelasnya.

Percepat tender

Gubernur Alex meminta pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pihaknya untuk melakukan tender proyek pembangkit tenaga listrik. Hal ini lantaran terkatungnya tender pembangkit listrik di daerah lumbung energi tersebut. Kondisi ini merugikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan berimbas pada Pemerintah Indonesia.

Info Terkait :   DPR Apresiasi PLN soal Tender PLTU

“Berikan kesempatan kami untuk ikut membantu proses pengadaan pembangunan PLTU ini. Bukan hanya diserahkan ke PLN sendiri,” ujarnya.

Alex menuturkan keinginannya itu sudah disampaikan secara langsung kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, hal ini sedang dikaji oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dengan mendapat kewenangan tender maka diharapkan proses pembangunan pembangkit listrik bisa lebih masif.

Sumber : Investor Daily 10 November 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *