Harus Ada Data Valid Cabut Subsidi Listrik

listrik-rumah-tangga

NIAT pemerintah untuk menaikkan kelas pengguna listrik 900 volt ampere (VA) ke 1.300 VA mendapat dukungan banyak pihak. Namun, pendataan pengguna 900 VA yang dinaikkan harus benar-benar valid dan sesuai dengan tingkat kemampuan ekonomi mereka.

“Siapa saja yang dicabut subsidinya dengan menaikkan 900 VA ke 1.300 VA harus jelas datanya karena loncatan dari 900 VA ke 1.300 VA itu besar sekali,” sebut anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian, di Jakarta, kemarin.

Saat berada di 900 VA, pengguna hanya membayar sekitar Rp513 per Kwh. Namun, saat mereka dipaksa naik kelas ke 1.300 VA, pelanggan harus membayar Rp1.413 per Kwh. Dengan demikian, kata dia, terdapat lonjakan sekitar 180%.

Perlunya kajian data yang diutarakan Ramson terkait dengan upaya penataan pemerintah terhadap pengguna listrik 900 VA. Saat ini terdapat 46 juta rumah tangga yang menggunakan listrik 450 VA dan 900 VA. Para pengguna itu mendapatkan subsidi dari pemerintah. Nantinya, pemerintah ingin memangkas subsidi dengan cara meningkatkan para pengguna 900 VA yang terbukti mampu secara ekonomi ke 1.300 VA. Pada tahun depan, pemerintah menarget pengguna 900 VA yang disubsidi tersisa 18 juta rumah tangga saja. Agar jumlah subsidi tepat sasaran, negara memerintahkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk menyaring data pengguna yang patut diberi subsidi.

Info Terkait :   2016, Pemerintah Cabut Subsidi 20 Juta Pelanggan Listrik

Selain menuntut pendataan yang tepat, Ramson meminta penaikan tarif agar dilakukan bertahap.

Perlunya penaikan tarif juga diutarakan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Namun, dirinya tetap mengingatkan pengklasifikasiannya memerlukan acuan yang jelas.

“Untuk yang 450 VA juga belum tentu miskin sebab ada juga yang mampu, tetapi pemerintah kan belum mengusik yang di sana. Selain itu, memang pengguna subsidi terbesar berasal dari kelompok 450 VA ketimbang 900 VA,” jelas Tulus.

Sumber : Media Indonesia 3 Oktober 2016

Updated on     Info Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *