General Electric Garap Listrik Indonesia Timur

indonesia-timur

indonesia-timur

Pengembangan empat proyek pembangkit listrik yang mempunyai kapasitas total 4.000 megawatt (Mw) dipercepat.

General Electric (GE) tertarik bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menggarap teknologi turbin gas untuk pembangkit listrik di kawasan Indonesia Timur. Hal itu terungkap saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima CEO GE Jeffrey R Immelt dan CEO GE Indonesia Handry Sartiago di Istana Negara Jakarta, kemarin.

Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki. “Jadi (GE) mau membangun distributed gas turbine untuk wilayah timur. Daerah-daerah jauh yang selama ini tak terkoneksi dengan national grid,” kata Sudirman.

Sudirman memandang GE miliki kemampuan teknologi yang cukup kuat. Ia yakin dalam sembilan bulan GE bisa membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 1.000 megawatt (Mw).

Menurut Sudirman, kerja sama itu nantinya tidak akan langsung dilakukan dengan PLN, tetapi melalui anak usahanya. “Harapannya, kerja sama ini bisa mempercepat elektrifikasi di seluruh Indonesia sesuai target pemerintah,” ujarnya.

Saat ditanya nilai investasi GE untuk proyek gas turbin itu, Sudirman mengaku hal itu menjadi wewenang Kepala Bappenas.

Pada kesempatan terpisah, PT Pertamina (persero) menyatakan akan mengajak kerja sama GE untuk mengembangkan infrastruktur mini gas alam cair (LNG). BUMN energi itu berencana membangun beberapa mini LNG di daerah.

Info Terkait :   PLTG Gorontalo yang Pertama Beroperasi dari Program 35 Ribu MW

“Kita kan ada beberapa pengembangan mini LNG di daerah terpencil. Mungkin kita akan kembangkan itu dengan GE,” ucap Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto seusai penandatangan MoU antara Kementerian BUMN dan GE di Jakarta, kemarin.

Dwi menyatakan pihaknya akan mengembangkan mini LNG di lokasi yang berdekatan dengan sumber gas, seperti di Blok Simenggaris, Kalimantan Timur. Namun, ia belum berdiskusi lebih lanjut terkait dengan keran kerja sama dengan GE. “Sekarang masih kita kaji.”

Proyek Listrik Dikebut

Di sisi lain, pemerintah berupaya mempercepat pengadaan listrik 35 ribu megawatt (MW) dengan mempercepat pengembangan empat proyek pembangkit listrik yang mempunyai kapasitas total 4.000 MW. Diharapkan, proyek-proyek tersebut bisa mulai dikerjakan pada 2015.

“Sekarang ini kita harap yang awal yang besar-besar dulu. Karena yang besar-besar ini baru selesai empat tahun, jadi harus kita mulai 2015 supaya selesai 2019,” ujar Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir seusai rapat soal kelistrikan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Proyek itu di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B, PLTU Indramayu, PLTU Cirebon, dan PLTU Cilacap. Empat PLTU itu dalam proses panambahan kapasitas listrik yang secara total akan ada tambahan 4.000 MW. Ia mengatakan kontrak power purchase agreement (PPA) atau pembelian listrik oleh PLN terhadap empat PLTU tersebut akan dilakukan pada November atau Desember 2015 agar proyek pengembangannya bisa segera direalisasikan.

Info Terkait :   PLN Targetkan Lelang LNG pada Agustus 2015

Sumber : Media Indonesia 21 Oktober 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *