GE Tawarkan Teknologi Pembangkit Listrik Ultrasupracritical

general electric indonesia

Perusahaan penyedia teknologi terkemuka asal Amerika Serikat, General Electric (GE), menawarkan kerja sama penerapan teknologi ultrasupracritical ke Indonesia. Teknologi untuk pembangkit listrik itu diklaim lebih ramah lingkungan serta mampu menekan biaya operasional sedikitnya 5% lebih murah.

“Biaya bisa ditekan karena tingkat efisiensi mencapai 38% hingga 42%. Teknologi ini telah diterapkan di pembangkit listrik Tenaga Nasional Berhad (TNB) Janamanjung, Perak, Malaysia, yang memiliki kapasitas 3.100 megawatt,” ujar Regional Sales Leader Asia-Pacific GE Steam Power System Massimo Gallizioli saat mengunjungi TNB Janamanjung, Perak, Malaysia, Kamis (13/4).

Menurut Gallizioli, tren di Asia Tenggara saat ini untuk pemanas pembangkit listrik yang menggunakan supracritical ataupun ultrasupracritical. Itu adalah salah satu pembangkit terbesar di Malaysia dan di Asia Tenggara.

Indonesia, lanjut dia, dianggap sebagai pasar yang besar untuk memanfaatkan teknologi yang lebih baik termasuk ultrasupracritical. Dia juga mengungkapkan GE siap membantu dan mendukung PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia listrik nasional untuk menggunakan teknologi tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, teknologi ultrasupracritical merupakan pemanas batu bara untuk pembangkit listrik tanaga uap dengan kapasitas di atas 300 megawatt. “Ultrasupracritical mampu melistriki 300 megawat, untuk 100-300 megawat kami punya supracritical dan di bawah 100 megawat kami punya subsupracritical,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Managing Director TNB Janamanjung Datuk Shamsul Ahmad mengatakan pihaknya kini memilik empat unit pemanas pembangkit listrik. Unit yang keempat merupakan hasil kerja sama dengan GE yang menggunakan teknologi ultrasupracritical. “Unit 4 yang memiliki teknologi ultrasupracritical ini kami bangun selama 48 bulan serta memiliki investasi sebesar US$6 miliar,” ujar Ahmad.

Info Terkait :   General Electric Garap Listrik Indonesia Timur

TNB Janamanjung, lanjut Ahmad, memiliki kapasitas 1.300 megawatt yang merupakan 25% dari total kekuatan listrik di seluruh Malaysia. “Kami 25% penyuplai ke seluruh Malaysia,” tutupnya.

Sumber : Media Indonesia 15 April 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *