ESDM Yakinkan Investor Terkait Program 35000 MW

listrik indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meyakinkan pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) mengenai mega proyek ketenagalistrikan nasional 35 ribu megawatt (MW).

Hal ini ditandai dengan pertemuan koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35 ribu MW yang berlangsung pada Rabu (9/9) lalu. Sekitar 70 IPP hadir dalam pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut. Turut hadir pula Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, dan Pimpinan Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN) Nur Pamudji.

“Pertemuan ini dirancang mendadak. Kemarin kami bertemu Presiden dan beliau memberi saran untuk mengundang seluruh pengusaha yang mengerjakan proyek kelistrikan dan menjelaskan arah pemerintah sesungguhnya,” kata Menteri ESDM Sudirman Said di Jakarta, Rabu (9/9).

Sudirman menegaskan, pemerintah tidak akan mengurangi target mega proyek ini. Bahkan dia menyebut presiden membuka peluang untuk memperbesar target proyek listrik ini. Pasalnya, ratio elektrifikasi Indonesia masih rendah. Sehingga, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik.

Dia menuturkan, ratio elektrifikasi Indonesia saat ini mencapai 86,39% yang berarti masih ada sekitar 8,5 juta rumah tangga di Indonesia belum menikmati listrik Jumlah itu setara dengan sekitar 2.500 desa dan 136 kecamatan belum teraliri listrik. “Tidak ada penurunan target malahan pekan lalu Presiden bertanya kapan bisa ditambah lagi,” ujarnya yang disambut tepuk tangan oleh hadirin.

Info Terkait :   Listrik Untuk Mendorong Perekonomian oleh Tumiran

Sementara itu Menteri BUMN Rini Soemarno menambahkan, pertemuan ini memberi kepastian bagi investor listrik terkait program 35.000 MW. Pasalnya, belakangan terjadi kesimpang siuran informasi mengenai program tersebut. Ditegaskannya tidak ada perubahan target dari program ini.

“Beberapa hari terakhir ada perbedaan informasi di media. Kita tetap pada 35 ribu MW. PLN harus lakukan program ini bersama-sama investor dan dorong pembangunan dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.

Nur Pamudji menuturkan, unit yang dipimpinnya bertugas membantu percepatan pelaksanaan proyek 35 ribu MW. Tugas yang dilakukan antara lain menginventarisasi status pembangunan, serta mengurangi sumbatan masalahan dan hambatan. “Kami juga bertugas memediasi IPP dengan PLN,” jelasnya.

Sudirman menyebut, Proyek 35 Ribu MW merupakan mega proyek infrastruktur yang menjadi ujian bagi bangsa. Proyek ini tidak boleh hanya dipandang sesederhana membangun pembangkit listrik. “Proyek ini harus dilihat sebagai gelombang transformasi ekonomi dan cara kita mengelola proyek besar,” tegas dia. Pihaknya tengah menyiapkan peraturan presiden (Perpres) terkait proyek ini dan ditargetkan terbit sesegera mungkin.

Sumber : Investor Daily 11 September 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *