ESDM Usulkan Pengembang EBT Dapat Tax Holiday

pembangkit-listrik-tenaga-bayu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pengembang energi baru terbarukan otomatis mendapatkan pembebasan pajak penghasilan untuk jangka waktu tertentu (tax holiday). Kebijakan ini sedang dibahas bersama Kementerian Keuangan.

Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengatakan insentif tax holiday ini diharapkan mampu menarik minat investor dalam menggarap potensi energi baru terbarukan. Dia bilang tax holiday nantinya otomatis diberikan kepada investor.

“Kami mintakan ke Menteri Keuangan agar semua pengembang energi baru terbarukan mendapatkan tax holiday 10 tahun secara otomatis. Kalau sekarang (yang berlaku) mereka apply (mengajukan) sendiri-sendiri,” kata Rida di Jakarta, Senin, (16/11).

Rida menuturkan proyek-proyek energy baru terbarukan yang dapat tax holiday antara lain pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu, dan pembangkit listrik tenaga air. Sedangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sudah mendapatkan insentif dari pemerintah berupa tax allowance (pengurangan pajak).

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Yunus Saifulhak menambahkan tax allowance bagi pengembang panas bumi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2015 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-Daerah tertentu. “Dalam peraturan ini tax allowance diberikan tidak hanya untuk kegiatan eksplorasi tapi juga hingga eksplotasi,” jelasnya.

Tax Holiday Usulan METI

Secara terpisah, Wakil Ketua Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Riki Firmandha menuturkan pemberian tax holiday secara otomatis merupakan usulan dari METI sejak jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun usulan ini terkendala ego sektoral. Pasalnya tax holiday bakal mereduksi penerimaan negara dari sektor pajak dan disisi lain ESDM ingin menggenjot investasi pengembangan energi baru terbarukan.

Info Terkait :   Lembaga Keuangan Dukung Pengembangan EBT

“Memang pemerintah kekurangan pajak tapi jangan melihat jangka pendek. Hilangkan ego sektoral,” jelasnya.

Riki mengungkapkan tax holiday hendaknya diberikan kepada perusahaan manufaktur energi baru terbarukan seperti pabrik pembuatan photovoltaic atau panel surya. Dia bilang pengembang PLTS selama ini mengimpor panel surya dari Singapura. “Kalau pabrik manufaktur ini dapat tax holiday maka pengembang akan dapat harga produk yang lebih murah,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily 17 November 2015

2 thoughts on “ESDM Usulkan Pengembang EBT Dapat Tax Holiday

  1. Itu sangat menggalakkan…Tetapi bagaimana dengan pengembang PLTS skala kecil , contohnya Pemilik PLTS Roof Top Grid Tie? Apakah pemilik Sistem PLTS itu juga mendapat Tax break juga?

    Mereka juga bisa di klasifikasi sebagai Independant power plant..atau smal-scale power plant. Mereka juga mengeluarkan biaya secara peribadi tanpa subsidi pemerintah. Mereka juga mendokong visi 35GW pemerintah. Mereka juga meringan beban PLN untuk menampung kebutuhan beban puncak setiap hari…Bayangkan jika setiap Konsumen/pelanggan PLN memasanag 2KW Roof top PV, grid-connect, dapat 8-10KWh setiap hari. Banyangkan jika ada 100juta pelanggan PLN yang memasang 2KW PV sisyem…..total energi setiap hari sekitar 10kwh x 0juta.= 1000MWh setiap hari…Nah berapa biaya BBM untuk mendapatkan 1GWhr setaip hari, setiap bulan , setiap tahun? Pasti besar kan? Nah apakah ini satu penghematan untuk PLN dan pemerintah? Jadi kenapa Masayarakat tidak mendapat insentif bebas cukai juga? Apakah bedanya pengembang PLTS swasta dan skala kecil Residential dan kommersial?

    Saya masih tertanya tanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *