Energi Terbarukan Masuk RUPTL

renewable-energy-indonesia

Penyusunan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025 diproyeksikan selesai pada Februari 2016. RUPTL merupakan bagian untuk menyukseskan program pengadaan listrik 35 ribu megawatt.

“Mudah-mudahan bulan depan sudah selesai semuanya,” ujar Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Sofyan mengatakan mundurnya RUPTL 2016-2025 disebabkan masuknya rumusan baru mengenai energi terbarukan. Dengan demikian, diperlukan penyesuaian sebab akan ada penyesuaian dalam detail perencanaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Sebelumnya, dalam RUPTL 2015, pembangunan infrastruktur kelistrikan 2015-2019 diproyeksikan memenuhi kebutuhan listrik sebesar 42,7 gigawatt (GW). Pada 2050 nanti, diperkirakan kebutuhan listrik nasional akan mencapai 400 GW.

Saat ini mayoritas pembangkit listrik di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara.

“Kalau itu menyesuaikan kan nanti ada pengurangan detail PLTU.

PLTU-nya turun, energi terbarukannya naik. Berarti kan lokasi-lokasinya juga bergeser, maka itu terjadi perubahan,” tuturnya.

Sofyan mengatakan, dalam per temuan dengan JK, ia menyampaikan bahwa proyek 35 ribu Mw berjalan sesuai dengan rencana yang disusun.

“Kami sudah sampaikan semua dalam jadwal yang sudah benar.

Sudah jalan, ya, mudah-mudahan sampai Maret-April ini sudah ada yang ground breaking,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan peraturan presiden (perpres) mengenai percepatan pembangunan proyek kelistrikan 35 ribu megawatt (MW) masih dalam tahap finalisasi.

Info Terkait :   Pemerintah Dorong Pemanfaatan Energi Bersih Rp 47 T

Meski begitu, ia melanjutkan, penyelesaian perpres tidak mesti menunggu sampai RUPTL PLN selesai.

Sumber : Media Indonesia 28 Januari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *