Energi Baru Terbarukan Masa Depan Indonesia

renewable-energy-indonesia

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, energi baru terbarukan (EBT) menjadi masa depan Indonesia dalam mewujudkan ekonomi hijau.

Pernyataan itu disampaikan Purnomo usai menghadiri upacara penga-nugerahan gelar doktor honor causa kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Aula Barat ITB, Jakan Ganesha Bandung, Jawa Barat, pada Senin (25/1).

“Energi hijau tidak banyak menggunakan energi fosil. Kita harus berpikir ke arah pembangunan masa depan yang berkelanjutan. Penggunaan energi fosil tidak lagi populer,” kata Purnomo saat dihubungi Beritasatu. com di Bandung.

Purnomo yang kini tercatat sebagai guru besar pada Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, ITB mengungkapkan, pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, periode 2004-2009 dan 2009-2014, telah dikembangkan EBT yang mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.

Berdasarkan Perpres 5/2006, kata Purnomo, porsi EBT dalam bauran energi nasional pada 2025 adalah sebesar 17% yang terdiri atas 5% bahan bakar nabati (BBN), panas bumi 5%, biomasa, nuklir, air, surya, dan angin 5%, dan batubara yang dicairkan sebesar 2%.

“Penggunaan energi baru terbarukan dapat mencapai 41% dengan bantuan negara lain. Pada KIT COP 21 di Paris, Presiden Joko Widodo juga telah berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan penggunaan energi baru terbarukan,” kata Purnomo.

Sumber : Investor Daily 26 Januari 2016

Info Terkait :   PLTN Tidak Masuk dalam Rancangan Energi Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *