EBT, Penyelamat Ketahanan Energi Nasional

renewable-energy-indonesia

Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang mampu memenuhi kebutuhan energi nasional di masa mendatang. Selain potensinya besar, pemanfaatan EBT sekaligus dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang akan segera habis. Indonesia memiliki cadangan minyak sekitar 3,6 miliar barel dan diprediksi bakal habis dalam 11 tahun ke depan, sedangkan cadangan gas bumi sebanyak 100,3 triliun kaki kubik (tcf) dan akan habis dalam 34 tahun.

Masa depan ketahanan energi nasional ada pada EBT. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa besar, seperti panas bumi dengan potensi 2,8 ribu megawatt (MW), energi air (PLTA/hydro) 75 ribu MW, surya 112 ribu megawatt peak (MWp), energi laut 60 ribu MW, biofuel 32 ribu MW, biomassa 1 32 ribu MW, dan angin 950 MW.

Dari total penyediaan energi nasioal yang mencapai 1,328 juta setara barel miyak (SBM) pada 2013 sebanyak 95% didominasi oleh bahan bakar fosil, sedangkan EBT baru mencapai 5%. Penggunaan EBT yang masih 5% ini menjadi peluang bagi dunia usaha untuk terjun dalam pengembangan EBT. Apalagi pemerintah akan terus mendorong penggunaan EBT di masa mendatang.

Berdasarkan definisi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, yang termasuk energi baru antara lain nuklir, hidrogen, gas alam dari batubara (coal bed methane), batubara cair (liquified coal), dan batubara hasil gasifikasi (gasified coal). Sedangkan yang termasuk energi terbarukan di antaranya bioenergi (bioenergy/biofuel), panas bumi (geothermal), angin (wind), sinar matahari (sunshine), arus laut (ocean flow), serta aliran dan terjunan air (waterfall and water flow).

Info Terkait :   Berinvestasi di Bisnis Listrik Masa Depan

Baca Halaman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *