Earth Hour Harus Diaplikasikan Untuk Menghemat Energi

earth hour indonesia

Komitmen mengurangi konsumsi energi pada event Earth Hour tak boleh sebatas seremonial, justru mesti menjadi simbol untuk diaplikasikan dalam kehidupan keseharian.

Penghematan energi penting dilakukan sebagai bagian dari penyimpanan energi untuk kebutuhan di masa depan. Diperlukan kebijaksanaan dalam mengonsumsi energi, terlebih dengan sumber energi Indonesia yang masih didominasi dengan batu bara yang memicu peningkatan karbon di udara.

“Kalau memang kita berkomitmen (hemat energi), kita bisa berkontribusi dalam mengurangi emisi kita,” ucap Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nur Masripatin saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Ia menilai gerakan penghematan energi seperti Earth Hour dapat menjadi salah satu simbol yang harus diaplikasikan sehari-hari. Meski jika pada masa depan Indonesia dapat memaksimalkan energi baru dan terbarukan sebagai sumber listrik utama, penghematan tetap perlu.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar meminta masyarakat untuk mengaplikasikan kehidupan berhemat energi selepas Earth Hour. Segala penghematan, dikatakan dia, berkorelasi dengan pengendalian perubahan iklim. “Ini penting dalam upaya penyesuaian gaya hidup ramah lingkungan. Kita harus hemat energi dan hemat air, serta hemat bahan bakar.”

Dengan berhemat, kadar karbon juga tereduksi selama gerakan yang berdurasi 60 menit tersebut. Tahun ini, berdasarkan penghitungan, DKI Jakarta telah berhasil menekan konsumsi listrik hingga 157 megawatt dengan jumlah kadar karbon yang direduksi hingga 112,69 ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 6% jika dibandingkan dengan Earth Hour tahun lalu. “Tahun ini meningkat sekitar 6%. Earth Hour 2016 kan penghematannya sebesar 148 megawatt dan CO2 yang mampu direduksi itu sebanyak 57,51 ton,” tutur Asisten Manajer Operasi Distribusi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya, Hendrix Reza, melalui keterangan resmi, kemarin.

Info Terkait :   Membangun Listrik Harus Dibarengi Perilaku Hemat Energi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menambahkan, selain penghematan daya dan reduksi CO2, pelaksanaan Earth Hour di lima titik simbol Kota Jakarta dan ribuan lampu penerangan jalan umum di 39 titik jalan yang dipadamkan pada pukul 20.30-21.30 pun telah berhasil menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebesar 47 ribu liter serta menghemat penggunaan listrik sebesar Rp172,4 juta.

Partisipan Earth Hour

Salah satu peserta kampanye Earth Hour 2017 ialah The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang bekerja sama dengan Suka Outdoor menyelenggarakan #LariUntukBumi. Acara itu dilaksanakan untuk mengajak peserta berpartisipasi dalam kegiatan WWF Indonesia dengan cara melakukan kegiatan sehat selama lampu dimatikan dan turut serta dalam kampanye #SejutaAksi dengan mengumpulkan kaus yang tidak terpakai kemudian diubah menjadi tas yang dapat digunakan kembali.

The Sultan Hotel & Residence Jakarta merupakan representasi hotel hijau di seluruh Indonesia dan telah mendapatkan penghargaan Indonesia Leading Green Hotel selama empat tahun berturut-turut.

“Mendukung kegiatan Earth Hour merupakan kesempatan yang membanggakan dan berkesan bagi kami. Kami telah melakukan keseimbangan yang tepat antara pelayanan kepada tamu, pelayanan kepada lingkungan, dan pelayanan kepada masyarakat dan komunitas,” jelas Vice President Operations Singgasana Hotels and Resorts, I Nyoman Sarya.

Sumber : Media Indonesia 27 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *