Dukung Program 35000 MW, Pemerintah akan Impor Gas

pembangkit listrik tenaga gas

Untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri, pemerintah kemungkinan akan memenuhinya dengan impor. Pasalnya, seluruh kebutuhan gas tersebut, tidak bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Ketua Unit Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM Widyawan Prawiraatmaja mengatakan, selain industri yang membutuhkan gas, kedepannya sektor kelistrikan juga akan membutuhkan gas yang cukup besar. Pasalnya, dari target 35000 MW tersebut, sebanyak 11000 hingga 12000 MW akan menggunakan gas.

Dari 35 ribu MW yang akan dibangun, sebanyak 11 ribu hingga 12 ribu MW akan menggunakan gas, atau diperkirakan membutuhkan gas sebanyak 1,2 mmscfd,” ujar Widyawan di Jakarta, Kamis (9/4).

Menurut dia, dengan semakin meningkatnya pengguna gas, kemungkinan pemerintah akan melakukan impor. Namun, saat ini kebijakan tersebut masih sekedar wacana, sambil melihat kondisi kedepannya.

Sebagaimana diketahui, saat ini alokasi gas bumi untuk domestik sekitar 55%, sedangkan sisanya 45% diekspor. Dari 55% tersebut, sebanyak 1,3% sudah dialokasikan untuk listrik. “Jika 1,3% sudah dipakai untuk listrik, bagaimana untuk umum atau industri. Sumbernya harus datang dari impor,” katanya.

Dia menambahkan, jika mengacu pada data 2014, pasokan gas dalam negeri hanya mencapai 2.064 mmscfd dari total kebutuhan sebesar 2.871 mmscfd. Artinya, terjadi defisit sebanyak 807 mmscfd. “Tentu saja, pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang kebutuhan akan meningkat, yang mana jika tak dapat diimbangi oleh pasokan gas yang mencukupi maka defisit kian melebar,” ujar Widyawan.

Info Terkait :   PLN Diperbolehkan Tunda Tarif Adjustment 1.300 VA dan 2.200 VA

Dalam peta kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030 disebutkan bahwa pertumbuhan rata-rata kebutuhan gas dari tahun 2015-2020 adalah 6% per tahun. Kemudian dari tahun 2020-2025 sebesar 7% per tahun dan 2025-2030 sebesar 5% per tahun.

Gas bumi dioptimalkan pemanfaatannya dan diprioritaskan untuk memenuhi kebetuhan energi seperti peningkatan kebutuhan yang cukup signifikan pada 2015-2025 karena gas bumi dioptimalkan penggunaannya di dalam negeri. Sementara pada 2025-2030 kebutuhan gas bumi mengalami perlambatan karena diharapkan energi baru dan terbarukan memiliki peran lebih besar, terutama untuk sektor kelistrikan dan transportasi.

Sumber : Investor Daily 10 April 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *