BPI Segera Mulai Konstruksi PLTU Batang

rencana pltu batang

PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI) segera memulai pembangunan fisik PLTU Jawa Tengah berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW). Pembangunan pembangkit yang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batang ini dilakukan setelah proses akuisisi lahan telah selesai seluruhnya.

Pasca rampungnya akuisisi lahan, PT PLN (Persero) telah memasang papan penanda kepemilikan lahan PLTU Batang di tiga desa, yakni Desa Karanggeneng, Ujungnegoro, dan Ponowareng. Langkah tersebut menandai selesainya proses pembebasan lahan PLTU Batang yang mencapai 226 hektare.

Dukungan Masyarakat

General Manager External Relations PT BPI Ary Wibowo menuturkan, dukungan dan sikap kooperatif masyarakat Batang menjadi kunci selesainya proses pembebasan lahan PLTU Jawa Tengah ini. Untuk itu pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Batang, Pemerintah Kabupaten Batang, BPN Batang, Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Pusat, serta PLN.

“Kami berharap proyek ini dapat menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan listrik nasional dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Batang,” kata Ary dalam keterangan resminya, Kamis (14/1).

PLTU Jawa Tengah merupakan proyek yang dibangun dengan pola Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS/PPP). PLTU Jawa Tengah menjadi proyek KPS skala besar pertama yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

PLTU Batang akan Rampung 2019

Pihak BPI pernah menyebutkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pengerjaan PLTU Jateng ini akan dirampungkan dalam waktu 48 bulan atau selesai pada 2019. Percepatan akan dilakukan pada tahap land cleaning dan pemasangan tiang. Paralel dengan itu, BPI akan mengerjakan pembuatan alat.

Info Terkait :   Bangun PLTU Riau, PLN Dapat Pinjaman Rp 2,2 T

Sesuai perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) yang diteken, harga listrik PLTU Batang ini dipatok US$ 5,79 per kilowatt hour (kWh) untuk 25 tahun. Proyek senilai US$ 4 miliar ini dibangun dengan skema Built-Operate-Transfer (BOT).

Kabag Humas Pemkab Batang Gagok Prasetyono menjelaskan, pembangunan PLTU Batang sangat berarti bagi upaya pemerintah dalam mendorong percepatan ekonomi di wilayah ini. Proses kontruksi proyek yang akan segera berjalan diharapkan bakal melibatkan banyak warga Batang, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan dan meningkatkan perekonomian.

“Pemkab Batang memberikan apresiasi atas komitmen dan kerjasama BPI yang akan memprioritaskan penggunaan sumber daya lokal dalam pembangunan proyek PLTU Jawa Tengah. Peran serta masyarakat Batang akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan proyek ini,” kata dia.

PLTU Batang Buka Lapangan Kerja Baru

Sementara itu, Kepala Dinas Sosnakertrans Kabupaten Batang Soegiatmo juga mengharapkan kehadiran PLTU Batang nantinya akan mendorong lapangan kerja baru. Dengan tingkat populasi dan usia produktif di Kabupaten Batang yang terus meningkat, kebutuhan terhadap lapangan kerja tentunya akan terus meningkat.

“Kami juga sudah mulai berkoordinasi untuk pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) yang disesuaikan dengan potensi peluang keterampilan yang dibutuhkan sehingga hasilnya dapat diserap sebagai tenaga kerja PLTU,” jelas dia.

Ary kembali menegaskan, kesuksesan pembangunan PLTU Jawa Tengah menjadi kunci bagi peningkatan ekonomi masyarakat di Batang dan sekitarnya. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menumbuhkan iklim investasi di Indonesia yang berdampak bagi tumbuhnya ekonomi di Indonesia.

Info Terkait :   PT Bukit Asam Kembangkan PLTU di Sumatera

“Ketersediaan energi menjadi salah satu kunci untuk menggaet investor. Pembangunan PLTU ini kita harapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya sentra-sentra industri yang akan memberi lebih banyak manfaat bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Sejak-proyek PLTU Jawa Tengah di mulai pada 2011, BPI bersama Pemkab Batang telah melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya membangun sejumlah infrastruktur jalan di sekitar lokasi proyek, pengembangan dan pendampingan usaha kecil mikro menengah (UMKM), serta pemberian dana kompensasi bagi petani dan buruh tani di lokasi terdampak PLTU.

Sumber : Investor Daily 15 Januari 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *