Bosowa Energi Membangun PLTU Tahap I dan II

pembangkit-listrik-tenaga-uap

Setelah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tahap I berkapasitas 250 MW, Bosowa Energi kembali memulai konstruksi (groundbreaking) PLTU tahap II berkapasitas 2×125 MW di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dalam 26 bulan akan datang, PLTU tahap II di lokasi yang sama akan mencapai 500 MW. CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, proyek Bosowa ini merupakan infrastruktur energi pertama yang terealisasi di era Kabinet Presiden Jokowi. Dia mengakui, partisipasi swasta dalam pembangunan pembangkit listrik kini dipermudah.

Peletakan batu pertama dan pemancangan tiang proyek tersebut dilakukan secara simbolis, Kamis (10/3) di lokasi PLTU Jeneponto, oleh Menko Kemaritimnan Indroyono Soesilo, Menteri ESDM Sudirman Said, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, CEO Bosowa Erwin Aksa, dan Founder Bosowa HM Aksa Mahmud, serta Dewi Kam, pemilik PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) sebagai mitra bisnis Bosowa.

Di lokasi PLTU Jeneponto, Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, telah berdiri pembangkit yang berkontribusi menyediakan kebutuhan listrik Sulawesi Selatan dengan kapasitas 2×125 MW. Proyek pertama Bosowa di sektor kelistrikan ini dibangun tahun 2010 dan mulai dioperasikan penuh oleh Bosowa Energi dua tahun lalu setelah diresmikan Menteri ESDM Jero Wacik, tanggal 19 Desembet 2012.

Pembangunan proyek PLTU Jeneponto tahap I tersebut kata Erwin, mencatat prestasi tersendiri karena pembangunan konstruksi dapat diselesaikan hanya dalam waktu 18 bulan dari rencana 30 bulan. Ada efisiensi yang cukup signifikan. Diharapkan prestasi itu bisa dipertahankan dalam pembangunan proyek ekspansi ini.’

Bekerja sama dengan perusahaan terbaik di RRT, Bosowa Energi membangun PLTU tahap I dan tahap II, masing-masing dengan nilai investasi US$ 250juta dan US$ 300 juta. “Perusahaan RRT yang menjadi mitra kami bertindak sebagai kontraktor dan sekaligus pendana dengan tingkat bunga dan tenor pembayaran yang lunak, 10 hingga 12 tahun,” kata Erwin.

Beda dengan periode lalu, kata Erwin, harga jual listrik ke PT PLN kini ditentukan lebih dahulu di depan. Dengan proses seperti itu, swasta lebih berani terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik diTanah Air. Harga jual listrik PLTU di Jeneponto ditetapkan 3,8 sen dolar AS per kWh selama 30 tahun. Tarif itu tidak termasuk batubara yang harganya fluktuatif. Jika harga batubara diperhitungkan, harga jual listrik ke PLN bisa mencapai 8 sen dolar AS. “Tarif yang ada sekarang cukup memberikan insentif kepada swasta,” ujar Erwin.

Info Terkait :   Sinar Mas Bidik Power Plant Senilai US$ 1,65 Miliar

Kebutuhan listrik Sulsel dan Sulawesi Barat terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas rata-rata nasional, membuat Bosowa Energi memacu pembangunan pembangkit tersebut. Bosowa menyadari karena pengalaman dalam membangun pabrik semen, industri dan perekonomian hanya akan tumbuh tinggi kalau tersedia listrik yang cukup.

“Oleh karena itu, kami memacu pembangunan proyek ini agar pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebagai bagian perekonomian nasional tidak terhambat,” ujar Erwin Aksa, CEO Bosowa, konglomerasi bisnis nasional yang berbasis di Sulawesi Selatan. Proyek ekspansi PLTU Jeneponto yang dibangun ini dirancang berkapasitas 2×135 MW (gross capacity) atau 2×125 (net capacity); Spesifikasi peralatan yang digunakan semua menunjang untuk memenuhi kapasitas tersebut Jeneponto dipilih sebagai lokasi PLTU karena kawasan ini terletak di laut bagian selatan Sulsel yang tidak tersedia pembangkit listrik. Pembangkit listrik PLN terletak di bagian utara. Selain itu, kata Erwin, laut Jeneponto cukup tenang dan bersih. Kawasan Jeneponto akan menjadi kawasan industri pada masa akan datang. Dengan memiliki lahan 500 ha, Bosowa berencana membangun kawasan industri di lokasi ini.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kebutuhan energi di Sulsel akan meningkat tajam pada masa akan datang seiring dengan laju pertumbuhan investasi. Dalam empat bulan terakhir, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel di atas 8% setahun. Jika ada topangan energi yang cukup, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel akan terus meningkat tajam, jauh di atas rata-rata nasional yang terseok di bawah 6%.

Info Terkait :   Indonesia Akan Miliki PLTU Mulut Tambang Terbesar di Asia Tenggara

Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan, hingga tahun 2017, pembangkit listrik di Sulsel minimal akan mencapai 2.500 MW. Jika kurang dari kapasitas itu, Sulsel akan mengalami defisit energi. Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan Bosowa.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 35.000 MW pembangkit listrik. Untuk membangun pembangkit listrik sebesar ini, dana investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 1.100 triliun. Pemerintah, kata Menko, akan memberikan kemudahan kepada pihak swasta untuk membangun pembangkit izin kehutanan, misalnya, sudah dipangkas dari 300 hari menjadi 60 hari. Dengan demikian, pembangunan pembangkit listrik di kawasan hutan bisa mendapatkan izin lebih cepat.

Limpo mengimbau pusat untuk membantu pembangunan pembangkit listrik tenaga angin di SulseL “Di sini angin berlimpah dan cukup stabil, sangat menunjang kehadiran pembangkit listrik tenaga angin,” kata sang Gubernur.

Bosowa membangun PLTU ini melalui anak usahanya, PT Bosowa Energi, perusahaan patungan dengan PT Sumberenergi Sakti Prima yang telah berpengalaman dalam pengembangan PLTU. PT Bosowa Energi, salah satu anak perusahaan PT Bosowa Corporindo, didirikan bersama PT Sumberenergi Sakti Prima.

PT Bosowa Corporindo merupakan induk (holding) perusahaan kelompok usaha Bosowa yang didirikan dan dibangun oleh pengusaha putra daerah HM Aksa Mahmud, 22 Februari 1973 di Makassar. Bosowa kini telah menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi nasional, memiliki enam kelompok usaha utama {main business) yakni Semen; Otomotif; Energy & Resources; Properti; Jasa Keuangan; Pendidikan; serta satu grup portofolio investasi dengan bisnis infrastruktur, media, dan agrobisnis. PT Sumberenergi Sakti Prima merupakan perusahaan mitra joint venture PLN Pembangkit Jawa Bali (PJB) sebagai operator PLTU Cilacap, JawaTengah.

Sumber : Investor Daily

Sakana Food Depok www.sakana.id
Updated on     Info Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *