Blok Panas Bumi Danau Ranau Dilelang Ulang

energi panas bumi geothermal

Pemerintah akan melelang ulang wilayah kerja panas bumi Danau Ranau dengan kapasitas 110 megawatt (MW). Lelang ulang dilakukan lantaran jumlah peserta yang ikut lelang sebelumnya tidak mencukupi syarat Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saifulhak menuturkan, lelang Blok Danau Ranau ini sebenarnya telah dilangsungkan pada Juli-Agustus lalu. Namun, hingga pendaftaran lelang ditutup, hanya satu perusahaan yang ikut serta yakni PT Sari Prima Energi.

Karenanya, pihaknya akan melelang ulang blok tersebut. “Danau Ranau dilelang ulang karena yang daftar hanya satu. Kemungkinan pekan terakhir September,” kata dia di Jakarta, Selasa (15/9). Wilayah kerja panas bumi Danau Ranau seluas 8.561 hektar dengan perkiraan temperatur reservoir 200 derajat celcius. Wilayah dengan cadangan terduga 210 MW ini direncanakan memiliki kapasitas pengembangan hanya 110 MW. Pola pengusahaan yang ditawarkan adalah total project dengan harga patokan tertinggi US$ 14,6 sen per kWh. Proyek ini juga ditargetkan mulai on stream pada 2022.

Pada lelang ulang nanti, Yunus menyebut tidak ada perubahan persyaratan. Sebelumnya telah diumumkan, peserta lelang harus merupakan badan usaha yang berpengalaman dan bergerak di bidang panas bumi, hulu migas, pertambangan mineral batubara, atau pembangkitan tenaga listrik. Peserta juga harus menyerahkan dokumen administrasi yang di antaranya meliputi salinan akta pendirian, profil, nomor pokok wajib pajak (NPWP), serta surat pernyataan tidak dalam pengawasan pengadilan dan tidak pailit. Peserta juga wajib menyetorkan jaminan lelang sebesar Rp 2 miliar.

Info Terkait :   Revisi Harga Panas Bumi PGE Rampung Akhir 2015

“Kami mau pemenang nanti yang capable secara finansial dan teknis,” tambahnya. Pasalnya, untuk mengembangkan potensi panas bumi sebesar 1 MW, diperlukan investasi setidaknya US$ 5 juta.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan bisa melelang sebanyak lima wilayah kerja panas bumi pada tahun ini, termasuk Gunung Lawu dan Danau Ranau. Sementara tiga wilayah lainnya masih dalam penggodokan oleh pemerintah. Ketiga wilayah itu yakni Kepahiang di Bengkulu, Marana di Sulawesi Tengah, dan Simbolon Samosir di Sumatera Utara atau Way Ratai di Lampung.

Namun secara keseluruhan, pemerintah memiliki 26 wilayah kerja panas bumi yang siap dilelang dengan kapasitas 1.425 MW. Namun, seluruh wilayah kerja itu akan dilelang secara bertahap sesuai dengan skala prioritas yang memperhatikan potensi kapasitas, ketersediaan infrastruktur, kesiapan regular, termasuk minat dari investor.

Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 29.475,5 MW, di mana sebesar 12.283 MW masih berupa sumber daya dan 17.192 MW sudah berupa cadangan. Dari potensi tersebut, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi saat ini baru sebesar 1.403,5 MW dari sembilan wilayah kerja eksisting sebelum adanya Undang-Undang Panas Bumi.

Sumber : Investor Daily 16 September 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id
Updated on     Info Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *