Belgia Minati Investasi di Sektor Energi Terbarukan

renewable-energy-indonesia

Perusahaan-perusahaan Belgia menyatakan tertarik berinvestasi masuk ke sejumlah sektor di Indonesia, utamanya ke sektor energi terbarukan. Minat itu terlontar saat delegasi Belgia yang dipimpin Putri Kerajaan Belgia, Putri Astrid, mengadakan pertemuan dengan pemerintah Indonesia di Jakarta, kemarin.

Dalam pertemuan bertema ‘Belgium-Indonesia technology partnership: a perfect match’ tersebut, Federal Secretary of State for Foreign Trade for Belgium, Peter De Crem, mengatakan tertarik memperluas investasi di Indonesia karena saat ini momen baik memulai investasi.

“Presiden Joko Widodo telah memberi banyak kemudahan investasi. Karena itu, Belgia ingin terlibat investasi lebih dalam dengan Indonesia,” tutur Peter.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menyebut pengusaha Belgia tertarik untuk masuk ke sektor energi terbarukan. “Macam-macam sektor, tapi intinya tertarik dengan industri penunjang untuk membangun listrik 35 ribu MW,” ujar Saleh.

Belgia akan ikut mendukung pembangunan listrik di Bantaeng, Sulawesi Selatan. “Listrik itu banyak (potensinya). Saya minta lebih detail lagi,” timpal Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Achmad Sigit Dwiwahjono.

Sesuai data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kerja sama selama 67 tahun antara Indonesia dan Belgia telah menghasilkan 25 kesepakatan. Tapi dalam enam tahun terakhir (2010-2015), investasi Belgia ke Indonesia baru senilai Rp1,6 triliun.

“Sekarang ini secara global investor dari Belgia itu masuk ke tiga sektor yaitu realestat, energi terbarukan, energi kimia, dan beberapa turisme,” papar Kepala BKPM Franky Sibarani.

Info Terkait :   Pemerintah Dorong Pemanfaatan Energi Bersih Rp 47 T

Di tempat sama, Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyambut baik rencana Belgia memperluas investasi di Tanah Air. Hal itu akan meningkatkan nilai neraca dagang di antara kedua negara itu. “Trade kita dengan Belgia US$1,8 miliar pada 2015. Indonesia ke Belgia US$1,2 miliar sedangkan Belgia ke Indonesia US$600 juta, surplus,” ujar Rosan.

Menurutnya, bentuk perluasan investasi antara Indoensia dan Belgia di masa mendatang akan dilakukan dalam metode beragam. “Kita inginnya banyaknya bussiness to bussiness, tapi mereka sampaikan juga ingin goverment to bussiness,” tutup Rosan.

Sumber : Media Indonesia 15 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *