Bali Jadi Contoh Pengembangan Rumput Laut untuk Listrik

rumput-laut-bali

Bali menjadi tempat percontohan pengembangan budidaya rumput laut untuk pembangkit listrik. Proyek ini dibiayai oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebesar US$ 4 juta. Pembangkit tersebut ditargetkan rampung pada 2017.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan proyek pembangkit ini merupakan usulan pemerintah daerah. Usulan tersebut lolos verifikasi Kementerian ESDM dan kemudian diajukan serta disetujui oleh Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Rumput laut ini termasuk pembangkit biogas. Proyek ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016,” kata Rida di Nusa Dua, Selasa (27/10).

Rida menuturkan pembangkit rumput laut ini akan memiliki kapasitas mencapai 2 megawatt (MW). Adapun investasi kapasitas pembangkit per 1 MW sebesar US$ 2 juta. Dengan begitu maka total investasi untuk kapasitas 2 MW mencapai US$ 4 juta.

Dia menerangkan kapasitas 1 MW itu membutuhkan rumput laut seluas 10 hektar. Rumput laut yang dibudidayakan itu berbeda dengan jenis nunput laut konsumtif. Artiannya rumput laut ini tidak bisa dijadikan produk makanan. Alhasil budidaya ini terhindar dari aksi pencurian dan tidak mengganggu pasokan produk rumput laut untuk masyarakat.

Rumput Laut Menjadi Gas

Dia mengatakan, proses rumput laut menjadi listrik melalui proses gasifikasi. Maksudnya ialah rumput laut dimasukkan ke dalam mesin pengolahan sehingga menghasilkan gas. Nantinya gas tersebut dijadikan bahan bakar untuk menggerakkan turbin.

Info Terkait :   PLTS Karangasem 1 MW - Bali

Menurutnya gas yang dihasilkan tersebut tidak hanya untuk keperluan pembangkit. Namun juga bisa diperuntukan bagi kebutuhan rumah tangga alias untuk kompor. Dia bilang gas tersebut disalurkan melalui pipa gas menuju rumah penduduk atau dikenal dengan city gas. Rida menyebut kebutuhan gas untuk rumah tangga itu meningkatkan jumlah budidaya rumput laut

“Kalau diperuntukan bagi rumah tangga, tentunya enggak 10 hektar. Tambah berapa, ya tergantung berapa kebutuhan gasnya. Harus dihitung kembali,” ujarnya.

Selain listrik, Rida mengatakan, budidaya nunput laut ini bisa meningkatkan sektor ekonomi kreatif. Pasalnya rumput laut yang dihasilkan itu bisa dijadikan kerajinan tangan. Tentunya pengembangan ini membutuhkan peran serta pemerintah daerah. “Makanya ini sebagai proyek percontohan. Rumput laut bukan hanya menghasilkan listrik, tapi juga bisa untuk memasak dan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Sumber : Investor Daily 28 Oktober 2015

Updated on     Info Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *