Asian Renewable Energy Hub (AREH) Indonesia

Asian Renewable Energy Hub AREH

Jakarta, 29 November 2017 – Pada hari ini, para pemimpin dalam teknologi dan pengembangan energi terbarukan menyampaikan ide strategis terbaru yang berpotensi menghadirkan solusi dalam menjawab sejumlah tantangan masalah energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

The Asian Renewable Energy Hub (AREH) adalah suatu usulan untuk proyek pembangkit tenaga angin dan matahari berkapasitas hingga 6-gigawatt di wilayah Pilbara, Australia Barat yang bisa memasok produksi tenaga listrik energi ke Indonesia melalui kabel elektrik bawah laut. Saat ini, proyek AREH ini sedang dikembangkan oleh satu tim yang terdiri dari beberapa perusahaan, yaitu CWP Energy Asia dan InterContinental Energy (pemimpin pengembang proyek energi terbarukan) dan Vestas (pemimpin solusi energi berkelanjutan dunia).

Meskipun listrik yang dihasilkan akan berasal dari Australia, tetapi peralatan yang akan menghasilkan sumber daya angin dan matahari akan dikembangkan di Indonesia. Oleh karena itu, proyek ini bisa menciptakan pekerjaan terampil terbaru, teknologi tinggi dan terbaru, memperbaharui rantai pasokan lokal dan teknologi serta transfer ilmu pengetahuan.

Pada tahun 2025, proyek AREH akan mampu menyediakan tenaga listrik yang bisa diandalkan dan memiliki harga terjangkau, sehingga bisa mendukung upaya Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan memenuhi target energi terbarukan Indonesia. Selain itu, AREH Juga bisa membantu mengatasi tantangan terkait pasokan energi jangka panjang, yaitu dengan adanya kalkulasi harga listrik yang stabil secara jangka panjang, karena tidak dibutuhkan biaya lagi untuk pemanfaatan tenaga angin dan matahari, termasuk tidak perlu adanya perhitungan pembayaran emisi karbon.

The Asian Renewable Energy Hub (AREH)

Proyek ini berada di lokasi yang memiliki sumber daya angin dan matahari yang luar biasa sehingga mampu menghasilkan energi terbarukan dengan daya dan volume besar, secara stabil dan dengan biaya yang kompetitif. Lokasi proyek AREH yang berdekatan dengan Indonesia, dikombinasikan dengan kemajuan teknologi kabel bawah laut yang mumpuni, memungkinkan transmisi listrik dengan jarak jauh secara hemat biaya. Dengan demikian, ada kesempatan terciptanya jaringan energi terbarukan untuk kawasan Asia Tenggara. Fase pertama proyek AREH diperkirakan memerlukan biaya awal sebesar USD 10 trilliun, dengan fase selanjutnya yang akan memasok energi terbarukan ke negara-negara lain di Asia Tenggara.

Ukuran turbin angin, panel surya beserta peralatan lain yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek ini sangatlah cukup untuk mengakomodasi pembangunan infrastruktur baru di Indonesia, sehingga menciptakan energi terbarukan berbasis industri yang dapat mengurangi biaya pengeluaran energi di seluruh Indonesia, dan membuka ribuan kesempatan kerja.

Info Terkait :   Pemerintah Dorong Pemanfaatan Energi Bersih Rp 47 T

Latar Belakang AREH

Setelah selama tiga tahun mengembangkan ide strategis ini, serta memperhitungkan kelayakan proyek, tim proyek AREH kini sedang dalam proses mencari mitra di Indonesia untuk melakukan investasi, konstruksi dan produksi peralatan terkait.

Saat ini, studi terkait pengembangan AREH sedang dilakukan oleh tim yang terdiri dari para mitra dan investor, bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, Australia dan Denmark, sebuah negara yang memiliki pengalaman banyak dalam mengembangkan energi terbarukan. Saat ini, laporan kajian lingkungan proyek ini sedang dikaji di Australia.

Tim Proyek AREH

Tim yang bekerja untuk proyek AREH memiliki banyak pengalaman dalam hal pembuatan dan pembangunan proyek energi terbarukan di Australia, Indonesia dan di seluruh dunia. Rekam jejak yang telah terbukti ini, ditambah dengan masukan dari para konsultan ahli, mitra teknologi, dan pemegang saham berpengetahuan luas menghasilkan pengembangan dan pembangunan yang strategis secara resmi. Mitra teknologi yang terdiri dari Prysmian dan Swire Pacific Offshore membantu pelaksanaan kajian kelayakan proyek, dan akan terus terlibat dalam proyek ini. Prysmian adalah pemimpin dalam hal teknologi kabel bawah air, sedangkan Swire Pacific Offshore kontraktor lepas pantai terkemuka di dunia.

“Langkah paling penting dalam pengembangan suatu proyek adalah menemukan lokasi yang tepat,” ujar Alexander Tancock, Managing Director InterContinental Energy. “Kita telah menghabiskan dua tahun untuk mengeksplorasi kondisi pantai di Barat laut Australia, dan akhirnya kita telah menemukan lokasi yang sangat baik. Dengan luas hampir tiga kali lebih besar dari Bali, tempat ini mempunyai karakteristik geografis dan topografis yang sangat unik, yang dapat menghasilkan sumber daya angin dan matahari yang lebih dari ukuran standar di lokasi tersebut. Sumber daya angin dan matahari juga saling melengkapi, dengan banyaknya matahari di siang hari dan angin kencang di pagi, sore, dan malam hari. Karena ini kita dapat menghasilkan energi di Indonesia dengan harga yang sangat bersaing.”

“Sumber daya angin dan matahari, jika disinergikan, mempunyai potensi yang sangat besar untuk menyediakan energi terbarukan yang dapat diandalkan dan dengan harga yang bersaing lintas daerah,” ucap Alexander Hewitt, Managing Director CWP Energy Asia. “Dengan peningkatan kemampuan pemindahan energi dengan jarak jauh, penghubung energi terbarukan di Asia merupakan proposal menarik untuk Indonesia – tidak hanya untuk pasokan energi tetapi juga untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.”

“Dengan makin kompetitifnya biaya energi terbarukan dibandingkan dengan bahan bakar fosil, maka energi terbarukan menjadi lebih menarik sebagai sumber listrik, kesempatan kerja serta investasi,” ujar Clive Turton, President Vestas Asia Pacific. “AREH bisa bersaing secara jangka panjang sebagai pasokan energi yang hemat biaya. Proyek ini juga bisa menjadi dasar untuk pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia, yang bisa mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah rantai pasokan lokal.

Info Terkait :   Energi Baru Terbarukan Butuh Investasi Rp 402 T

Untuk informasi lebih lanjut terkait AREH, silahkan membuka: www.asianrehub.com

Tentang CWP Energy Asia

CWP Energy Asia percaya bahwa masyarakat berhak mempunyai akses akan pasokan energi bersih dan terbarukan. Di Indonesia, perusahaan ini didirikan pada bulan April 2015 untuk mengembangkan proyek lokal energi terbarukan. Perusahaan induk CWP memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman berskala global terkait pengembangan energi terbarukan, dan telah menciptakan generasi energi terbarukan dengan kapasitas lebih dari 2,000 MW. Selama empat tahun terakhir, CWP Renewables telah mengembangkan dan membiayai pengembangan sumber angin di Australia lebih dari perusahaan lain.

Tentang InterContinental Energy

ICE merupakan perusahaan swasta yang berfokus terhadap pengembangan penghubung energi terbarukan lintas kontinen. Terbentuk pada tahun 2014 oleh satu tim yang memiliki puluhan tahun pengalaman berinvestasi di hub energi terbarukan di seluruh dunia, dimana AREH merupakan proyeknya yang paling maju.

Tentang Vestas

Vestas merupakan mitra global industri energi, terkait solusi energi terbarukan dan telah memasang turbin angin dengan kapasitas 87 GW di 76 negara. Vestas juga telah mempekerjakan lebih dari 22,000 pekerja yang telah menghasilkan sumber daya dan energi angin lebih dari perusahaan lainnya. Dengan kapasitas smart data yang telah memposisikan mereka sebagai pemimpin di industrinya, pelayanan turbin angin dengan kapasitas lebih dari 73 GW, kami menggunakan data untuk menginterpretasikan, memprediksikan, dan mengeksploitasikan sumber daya angin untuk menghasilkan solusi akan energi angin yang terbaik. Setelah memasang turbin angin pertama di lebih banyak pasar dibandingkan dengan perusahaan lainnya, Vestas adalah pelopor di industri tenaga angin dan mitra paling berpengalaman di pasar negara berkembang – termasuk di antaranya Asia Tenggara, di mana VESTAS telah mendukung perkembangan pasar energi angin di Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon menghubungi

Andrew Hilton
Vice President, Communications, Vestas
ahilt@vestas.com
+45 5226 1050

Budi Primawan
Associate Director
Burson-Marsteller Indonesia
Budi.Primawan@bm.com
+62811804531

Sumber : Siaran Pers Asian Renewable Energy Hub (AREH)

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *