Amerika Serikat Minat Proyek 35.000 MW

listrik-amerika

listrik-amerika

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat akan bekerja sama untuk menyukseskan pengerjaan Proyek 35 Ribu Megawatt (MW). Perusahaan asal Amerika Serikat berminat ikut menggarap proyek pembangkit ini.

Kerja sama antara kedua pemerintah an ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr.

Sudirman menuturkan, kerja sama tersebut guna menyukseskan Proyek 35 Ribu MW. Pasalnya, proyek pembangkit yang harus rampung dalam lima tahun itu tidaklah ringan sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Khususnya, negara yang memiliki minat dan kemampuan di bisnis pembangkit listrik.

“Amerika Serikat merupakan salah satu negara maju yang kemampuannya di bidang tenaga listrik sudah teruji,” kata dia usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (2/9).

Ruang lingkup kerja sama tersebut, lanjut dia, mencakup kerja sama antar unit pemerintah hingga memberikan peluang bagi perusahaan swasta Amerika Serikat terlibat dalam Proyek 35 Ribu MW. Utamanya, kerja sama itu guna mendorong pengembangan energi baru terbarukan, termasukĀ membangun center of excellent renewable energy.

“Kerja sama ini akan dilanjutkan dengan hubungan bisnis antara pelaku bisnis dengan PLN,” ujar Sudirman. Meski demikian, belum ada rincian investasi Amerika Serikat di Proyek 35 Ribu MW.

Untuk mendukung Proyek 35 Ribu MW, tutur Blake, pihaknya telah membuat kelompok kerja kelistrikan yang terdiri atas 11 agensi pemerintah dan 52 perusahaan papan atas di Amerika Serikat. Ke-52 perusahaan itu bergerak di bidang energi bersih, engineering, keuangan, dan terkait energi pada umumnya. Kerja sama dengan Indonesia akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan.

Info Terkait :   7.200 MW Masuk Tahap Pendanaan

Blake memaparkan, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tersebut merupakan yang terbaik dalam bisnis pembangkit listrik, salah satunya General Electric (GE). Bahkan, beberapa perusahaan telah beroperasi dan memiliki pengalaman di Indonesia.

“Kami juga membawa perusahaan baru untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Perusahaan-perusahaan ini akan membantu Indonesia mencapai porsi energi baru terbarukan sebesar 2096 pada 2025,” tutur dia.

Proyek 35.000 MW Masih Terbuka

Direktur Pengadaan dan Energi Primer PT PLN (Persero) Amin Subekti mengatakan, perusahaan Amerika Serikat saat ini belum ada yang terlibat dalam Proyek 35 Ribu MW. Biasanya, perusahaan dari Negeri Paman Sam itu mengincar proyek pembangkit gas atau energi baru terbarukan. Hal ini lantaran kebijakan Amerika Serikat yang tidak ingin terlibat proyek pembangkit listrik berbahan bakar batubara.

Dalam Proyek 35 Ribu MW, rinci dia, proyek pembangkit gas (PLTG/ PLTMG) yakni sebesar 13 ribu MW dan proyek pembangkit energi baru terbarukan sekitar 3.700 MW. “Itulah total peluang yang dimiliki mereka (perusahaan asal Amerika Serikat), yakni sekitar 16 ribu MW,” kata dia.

Dari sekian banyak proyek gas dan energi baru terbarukan, kontrak yang sudah diteken disebutnya juga masih keciL Untuk proyek gas baru ada perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) baru sebesar 500 MW dan untuk energi baru terbarukan tercatat baru 682 MW.

Info Terkait :   PLN Teken Kontrak PPA 2 PLTMH

“Artinya, masih banyak peluang untuk mereka. Tinggal kompetisi harganya saja bagus atau tidak,” tutur Amin.

Proyek 35 Ribu MW terdiri dari pembangunan 291 pembangkit listrik, 732 transmisi dengan 75 ribu set menara, dan 1.275 unit gardu induk. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai US$ 72,94 miliar, tidak termasuk biaya pembebasan lahan, bunga selama konstruksi, dan pajak.

Sumber : Investor Daily 3 September 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *