Ahok Minta PLN Tindak Pencurian Listrik

pencurian-listrik

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menindak tegas pencurian listrik. Pasalnya, selain membahayakan, tindakan tersebut juga dinilai menjadi salah satu penyebab kebakaran khususnya dipermukiman padat penduduk.

“Itu PLN yang harus tindak. Karena itu wilayah mereka. Kalau buat kami, cuma bisa pendekatan untuk menawarkan rusun (rumah susun),” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/1).

Ahok menambakan pihak kelurahan sudah sering memperingatkan warga agar tidak mencolok kabel secara bertumpuk-tumpuk. Namun warga kerap membandel, sehingga kebakaran diakibatkan arus pendek listrik terus terulang.

“Lurah sudah berulang-ulang datengin, tapi balik lagi. Makanya ini mesti balik lagi ke PLN sama kaya di bawah kolong jembatan juga kan, kebanyakan nyolong,” ujarnya.

Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Adminitrasi Jakarta Barat akan melakukan razia jaringan listrik di permukiman padat penduduk Jembatan Besi, Tambora. Rencana sweeping dilakukan karena selama ini banyak terdapat instalasi listrik liar hingga memicu terjadinya kebakaran.

“Ini karena instalasi listrik liar dan kabel semerawut, saya akan razia secepatnya. Kami juga akan mengimbau dan menggiatkan warga untuk mengecek instalasi,” kata Camat Tambora, Djaharuddin.

Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan razia jaringan listrik di kawasan padat penduduk tersebut dalam waktu dekat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Polres Metro Jakarta Barat, dan PLN rayon Bandengan.

Info Terkait :   Rasio Elektrifikasi Indonesia Masih Tertinggal

“Rencana razia jaringan listrik diputuskan setelah ada hasil penyidikan internal bahwa banyak warga di Jembatan Besi yang melakukan pemasangan listrik secara ilegal,” ujar Djaharuddin seperti dilansir laman berita resmi Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, pihaknya juga akan meminta warga untuk membuat jalur evakuasi di setiap rumah untuk mencegah jatuh korban saat terjadi kebakaran. “Jadi, rumah tidak boleh tertutup rapat. Minimal ada satu jendela tak tertutup tralis untuk evakuasi,” tandasnya.

Sebelumnya, kebakaran kembali terjadi pada kawasan padat penduduk di Jalan Jembatan Besi RT/RW 05/02, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (19/1). Dalam musibah tersebut lima orang dilaporkan tewas.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian setempat, namun sumber api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik.

Sumber : Investor Daily 20 Januari 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *