Adaro dan Korea East-West Power Siap Bangun Pembangkit US$ 540 Juta

adaro-energy

adaro-energy

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan operator pembangkit listrik asal Korea Selatan, Korea East-West Power Co Ltd, akan menandatangani perjanjian financing untuk pembangunan pembangkit listrik (power plant) dengan nilai investasi US$ 540 juta.

Sesuai rencana, perjanjian akan diteken bulan depan. Perjanjian itu mencakup pinjaman sebesar US$ 400 juta dengan tenor 20 tahun, yang dijamin 95% oleh Korea Trade Insurance Corporation (K-Sure).

“Lima bank, yaitu DBS, MUFG, HSBC, Mizuho, dan SMBC akan menyediakan pinjaman sindikasi tersebut, dengan bunga di bawah 200 basis poin di atas Libor. Sedangkan Korea Development Bank akan menyediakan sisanya US$ 140 juta,” tulis Infrastructure Journal (IJĀ Global) dalam laporannya, Kamis (8/10).

Adapun pembangkit listrik tenaga batubara yang berlokasi di Kalimantan Selatan tersebut berkapasitas 2×100 megawatt (MW). Adaro menguasai 65% saham pada PT Tanjung Power Indonesia selaku pengelola. Sedangkan Korea East-West Power memiliki 35% melalui anak usahanya, EWP.

Adaro dan Korea East-West Power telah menandatangani perjanjian penjualan listrik dengan jangka waktu 25 tahun dengan PLN.

Beberapa waktu lalu, Adaro dikabarkan menggandeng Hyundai Engineering and Construction Co Ltd untuk membangun pembangkit listrik di Tabalong, Kalimantan Selatan. Nilai kontrak kerja sama tersebut mencapai US$ 325 juta.

Hyundai Engineering bertanggung jawab atas proses pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2×100 MW milik PT Tanjung Power Indonesia, anak usaha Adaro. Hyundai akan mengontrol segala aspek engineering, procurement, and construction (EPC), serta melakukan operasi percobaan setelah pembangunan proyek selesai.

“Kontrak kerja sama ini akan berlangsung selama 43 bulan,” ungkap manajemen Hyundai Engineering, belum lama ini.

Pembangunan pembangkit listrik akan menggunakan teknologi Jepang dan Jerman yang disebut circulating fluidized bed (CFB), yang mengeluarkan sulfurdioksida dari gas buang (flue gas) dengan injeksi kapur. Teknologi ini mengurangi emisi nitrousoksida, karena temperatur pembakarannya yang rendah.

Pembangkit listrik ini nantinya akan meningkatkan pasokan energi listrik ke sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Tengah sebesar 1.800 GWh per tahun melalui Gardu Induk (GI) Tanjung 150 kilovolt (kV), sekaligus meningkatkan rasio bauran energi melalui pembangunan pembangkit baru non-BBM.

Sumber : Investor Daily 12 Oktober 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *