ABM Bidik Pembangkit Listrik 1000 MW

abm-investama

PT ABM Investama Tbk (ABMM) membidik proyek pembangkit listrik berkapasitas total 1.000 megawatt (MW) tahun ini. Perseroan bakal mengikuti tender tiga pembangkit listrik berkapasitas total 800 MW dan mengakuisisi pembangkit listrik 200 MW.

Sekretaris Perusahaan ABM Investama Yovie Prayadi mengatakan, perseroan tengah membidik pembangkit listrik berkapasitas 2×50 MW, 2×150 MW, dan 2×200 MW. Perseroan menargetkan kepemilikan saham pada masing-masing proyek tersebut sebesar 20-51%.

“Semakin besar proyek, semakin kecil target kepemilikan perseroan. Jadi tergantung besar proyeknya,” kata Yovie kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini. Perseroan bakal mengikuti tender pembangkit listrik di Sumatera dan Sulawesi.

Menurut Yovie, target perseroan dalam kepemilikan proyek pembangkit listrik tahun ini memang cukup besar. Namun, sebagian besar target kepemilikan pembangkit listrik itu berasal dari tender yang kemungkinan menangnya 50%.

Sementara itu, perseroan masih dalam proses mengakuisisi pembangkit listrik berkapasitas 200 MW. Kebutuhan dana untuk akuisisi tersebut sebesar US$ 200-230 juta.

ABM Investama telah menyiapkan dana dari kas internal sebesar US$ 60-70 juta untuk mengakuisisi 100% kepemilikan pembangkit listrik tersebut. Sisa dana masih dijajaki dari pinjaman perbankan. “Mudah-mudahan pertengahan tahun ini akuisisi sudah terealisasi, tetapi itu tergantung persetujuan PLN untuk bisa ekspansi kapasitasnya,” tuturnya.

ABM Investama sebenarnya merencanakan akuisisi pembangkit listrik tersebut sejak tahun lalu. Namun, rencana tersebut tertunda karena ada perubahan manajemen dari PT Perusahaan listrik Negara (PLN). Pembangkit listrik yang bakal diakuisisi perseroan merupakan pembangkit yang sudah beroperasi dan yang akan diekspansi kapasitasnya.

Info Terkait :   PT Indo Tambangraya Megah Tbk Bangun Pembangkit 1.000 MW

ABM Investama melalui anak usahanya, PT Sumberdaya Sewatama menargetkan pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (renewable) sebesar 50 megawatt (MW) dalam lima tahun mendatang. Perseroan membutuhkan dana sebesar US$ 100-150juta untuk membangun pembangkit tersebut

Direktur Utama Sumberdaya Sewatama Elan B Fuadi mengatakan, dari 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah, sekitar 4.000-8.000 MW di antaranya merupakan pembangkit listrik renewable. “Kami ingin mengambil bagian 50 MW pembangkit listrik renewable dalam lima tahun mendatang,” kata Elan.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, tahun ini perseroan berencana menggarap empat pembangkit listrik minihidro (PLTM) berkapasitas 25 MW. Perseroan membangun keempat pembangkit listrik tersebut di Sulawesi Selatan.

Menurut Elan, perseroan bakal membangun dua pembangkit listrik pada tahun ini. Kedua pembangkit tersebut berada di madong berkapasitas 10 MW dan PLTM Sapaya berkapasitas 5 MW.

Selain itu, perseroan sedang melakukan negosiasi terkait power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk dua PLTM. Kedua PLTM itu terletak di Totinapu berkapasitas 6 MW dan Palosan 10 MW. “Jadi total pembangkit yang akan dibangun berkapasitas sekitar 25 MW,” tutur Elan.

Dia menegaskan, perseroan menargetkan pembangunan PLTM tersebut bakal tuntas dalam dua tahun. Meskipun PPA masih dalam tahap negosiasi dengan PLN, perseroan telah membangun prasarana proyek-proyek itu.

Sewatama membutuhkan dana sebesar US$ 2-2,5 juta per MW untuk membangun PLTM. Erlan mengakui tingginya dana investasi untuk PLTM. “Jika membangun pembangkit listrik tenaga uap menggunakan batubara membutuhkan US$ 1,5 juta per MW,” kata dia. Hingga saat ini, Sewatama telah mengidentifikasi potensi pembangkit listrik renewable energi berkapasitas 50 MW di delapan area.

Info Terkait :   ESDM Yakinkan Investor Terkait Program 35000 MW

Sumber : Investor Daily 11 Februari 2016

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *