3 PLTP Akan Beroperasi Pada 2016

energi panas bumi geothermal

JAKARTA – Pemerintah menargetkan bakal ada tiga unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang mulai beroperasi pada tahun depan. Kapasitas ketiga pembangkit ini mencapai 185 megawatt (MW).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menuturkan, pihaknya sudah merampungkan seluruh permasalahan yang membuat beberapa proyek panas bumi sempat terhenti pengerjaannya. Jumlah proyek yang sempat mangkrak ini mencapai 12 PLTP.

Namun, seluruh proyek disebutnya kini sudah mulai jalan. Bahkan, pihaknya sudah mulai mencari upaya-upaya percepatan pengerjaan proyek panas bumi. Sehingga, proyek panas bumi yang akan beroperasi pada tahun depan cukup signifikan.

“Lumayan banyak yang mulai operasi, yakni 185 MW. Semuanya mulai beroperasi pada semester akhir 2016,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/10). Ketiga PLTP itu adalah Sarulla Unit-1 berkapasitas 110 MW, Ulubelu Unit-3 55 MW, dan Karaha 30 MW.

PLTP Sarulla 3×110 MW digarap oleh Konsorsium Sarulla Operation Limited (SOL) yang terdiri dari PT Medco Power Indonesia, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Corporation, dan Ormat International Inc. Pengerjaan proyek ini sempat terhambat bertahun-tahun lantaran SOL tidak bisa menjaminkan aset untuk mendapatkan jaminan.

Namun proyek kemudian mulai bergulir setelah pemerintah menyetujui amandemen perjanjian kerja sama operasi (joint operating agreement/ JOA), perjanjian jual beli listrik (energy sales contract/ESC), dan pemberian surat jaminan kelayakan usaha (SJKU) untuk PLTP Sarulla. Berdasarkan ESC, harga listrik pembangkit ini yakni US$ 6,5 sen per kilowatt hour (kWh).

Info Terkait :   Pembangunan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 Lebih Cepat

Dengan masa konstruksi selama dua tahun, unit pertama pembangkit ini sebesar 110 MW ditargetkan bisa beroperasi pada 2016. Kemudian diikuti oleh unit kedua dan ketiga masing-masing sebesar 110 MW pada 2017 dan 2018. Pengoperasian PLTP ini akan mengakhiri krisis listrik di Sumatera

Utara dan membuat PT PLN (Persero) menghemat biaya bahan bakar minyak US$ l juta per hari. Sementara PLTP Ulubelu dan Karaha dikerjakan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, PGE mengerjakan proyek im dari hulu hingga pembangkitnya. Saat ini, pengerjaan kedua unit pembangkit itu sudah mencapai 56,12%.

Pemboran sumur di PLTP Ulubelu mencapai 23 sumur yang terdiri dari 17 sumur produksi dan enam sxnnur injeksi. Saat ini, 20 sumur telah berhasil dibor, dengan perincian 16 sumur produksi dan 4 sumur injeksi. Persiapan pemboran sumur produksi selanjutnya terns dilakukan.

“Dengan kemajuan tersebut, PLTP Ulubelu akan tuntas sesuai target, yaitu Agustus 2016 untuk PLTP Ulubelu unit 3 danjuni 2017 untuk PLTP Ulubelu unit 4,” kata dia.

Untuk PLTP Karaha, PGE menargetkan akan bisa mulai beroperasi pada Desember 2016. Sebelumnya, PGE juga sudah mulai mengoperasikan PLTP Kamojang Unit-5 berkapasitas 35 MW pada Juli lalu.

Indonesia memiliki potensi panas bumi yang cukup. besar, yakni mencapai 29 ribu MW. Namun, pemanfaatan energi panas bumi ini hingga sekarang baru sebesar 1.438,5 MW. Dalam proyek percepatan 10 ribu MW tahap kedua, ditargetkan bakal ada tambahan kapasitas PLTP sebesar 4.925 MW.

Info Terkait :   Blok Panas Bumi Danau Ranau Dilelang Ulang

Sumber : Investor Daily 15 Oktober 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *