2016, Rasio Elektrifikasi Suluttenggo Naik 5%

kapal-pembangkit-turki

PT PLN (persero) menyatakan ratio elektrifikasi listrik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo akan meningkat seiring dengan beroperasinya kapal listrik terapung di Amurang, Sulawesi Utara dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Gorontalo.

General Manager PLN Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) Baringin Nababan mengatakan beroperasinya kedua jenis pembangkit itu membuat wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo surplus listrik. “Tahun ini ratio elektrifikasi bisa naik. Untuk Sulut naik 2%, Gorontalo dan Sulteng naik sekitar 4-5%,” kata Baringin di Amurang, Minggu (17/1).

Baringin menjelaskan masih banyak penduduk yang belum teraliri listrik di wilayah Suluttenggo. Dia menyebut ratio elektrifikasi di Sulut sekitar 86 %, sedangkan Sulteng dan Gorontalo masing-masing sekitar 78%. Dia menceritakan kondisi demografi di Suluttenggo yang menyebar menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk menyalurkan listrik. Untuk membangun saluran udara tegangan menengah (SUTM) membutuhkan biaya per kilometernya mencapai Rp 100 juta.

“Minimnya akses jalan untuk mobilisasi peralatan juga menjadi tantangan tersendiri. Makanya kami koordinasi dengan pemda agar dibangun akses,” ujarnya.

Dikatakannya dua jenis pembangkit itu menyuplai daya total 220 MW. Hal ini lantaran kapal listrik terapung bernama Karadeniz Powership Zeynep Sultan memiliki kapasitas 120 megawatt (MW). Sedangkan PLTG Gorontalo mempunya 100 MW. Adapun beban puncak wilayah Suluttenggo mencapai 325 MW. Sementara daya mampu saat ini 275 MW. Ditargetkan kapal listrik bisa beroperasi pada akhir Januari ini dan PLTG Gorontalo akhir
Februari nanti.

Info Terkait :   PLN Listriki Pulau Terdepan Indonesia

“Selain meningkatkan ratio elektrifikasi, kelebihan daya ini membuat kami bisa melakukan pemeliharaan mesin pembangkit lainya,” ujarnya.

Sakana Food Depok www.sakana.id

Baca Halaman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *