2015, Kapasitas pembangkit Bertambah 2600 MW

pltu-pangkalan-susu

pltu-pangkalan-susu

PT PLN (Persero) mencatat akan ada tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 2.600 megawatt (MW) pada tahun ini. Saat ini kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional mencapai 51.620 MW.

Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang mengatakan, tambahan kapasitas berasal dari beberapa pembangkit Program Percepatan 10 Ribu MW Tahap I dan produsen listrik swasta (independent power producer/IPP). “Beberapa pembangkit sudah operasi, tetapi kebanyakan akan beroperasi pada kuartal tiga dan empat,” kata Nasri.

Beberapa Pembangkit sudah Beroperasi

Pembangkit yang sudah beroperasi yakni PLTU Pangkalan Susu 440 MW. Sementara proyek Program Percepatan 10 Ribu MW yang akan beroperasi diantaranya adalah PLTU Tanjung Awar-Awar 350 MW, Adipala 660 MW, Kalimantan Timur 200 MW, Tenayan 100 MW, Lombok 60 MW, Papua 10 MW, dan Tidore 14 MW.

“Kemudian beberapa proyek EPP yang akan beroperasi yakni PLTU Banjarsari 200MW dan PLTU Keban Agung 100 MW,” tambah Nasri.

Diakui Nasri, Program Percepatan 10 Ribu MW Tahap I tidak bisa selesai seluruhnya tahun ini. Namun, hal tersebut tidak akan memangkas besaran cadangan listrik nasional yang saat ini masih sekitar 30%. “Lagipula masih ada pembangkit yang masuk, kapasitasnya bertambah banyak,” ujar dia.

Nasri menjelaskan, sisa proyek Program 10 Ribu MW Tahap I sebesar 100 MW baru akan mulai operasi pada tahun depan. Proyek yang selesai pada 2016 ini adalah PLTU Gorontalo, Bima, Papua, dan Parit Baru. Keterlambatan proyek lantaran kontraktor sebelumnya tidak menjalan komitmennya.

Info Terkait :   PLN Diperbolehkan Tunda Tarif Adjustment 1.300 VA dan 2.200 VA

“Kontrak yang lama diputus karena tidak perform. Kemudian dikasih ke kontraktor baru. Makanya baru selesai tahun depan,” jelasnya.

Proyek 35.000 MW

Untuk mengantisipasi kebutuhan listrik di masa mendatang, PLN juga mulai mengerjakan Proyek 35 Ribu MW yang ditargetkan selesai pada 2019. Saat ini beberapa pembangkit telah masuk tahap konstuksi, yaitu PLTA Jatigede di Jawa Barat 2×55 MW, PLTU Takalar di Sulawesi Selatan 2×100 MW, dan PLTU Pangkalan Susu Unit 3 dan 4 di Sumatera Utara 2×220 MW.

Selanjutnya, dua proyek lain juga mulai konstruksinya. Pertama yakni PLTGU Grati Ekspansi 450 MW. Pembangkit yang akan berfungsi sebagai pemikul beban puncak ini ditargetkan selesai dibangun dalam 26 bulan mendatang. Pembangkit ini mendapat par sokan dari Sumur Oyong dan Wortel yang dikelola Santos Indonesia.

Kedua dalah PLTU Cilacap Ekspansi 1×1.000 MW yang digarap oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dengan China Chengda Engineering Co Ltd. Pembangkit yang menggunakan teknologi Ultra Super Critical Boiler ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2018. Pembangkit ini akan memanfaatkan batubara berkalori rendah.

Program 35 Ribu MW diperlukan guna memenuhi kebutuhan listrik di masa mendatang. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5-6%, selama 2015-2019 dibutuhkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 7 ribu MW per tahun. Karenanya di luar pembangkit yang telah dikonstruksi sebesar 7 ribu MW, Indonesia masih haras membangun pembangkit baru dengan total kapasitas 35 ribu MW. Total investasi yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp 1.100 triliun.

Info Terkait :   PLTU Adipala Ditargetkan Beroperasi Akhir 2015

Untuk memastikan penambahan kapasitas terpasang merata, proyek 35 ribu MW disebar di seluruh Indonesia. Rincinya, Jawa-Bali terdapat proyek pembangkit berkapasitas 18.697 MW, Sumatera 10.090 MW, Sulawesi 3.470 MW, Kalimantan 2.635 MW, Nusa Tenggara 670 MW, Maluku 272 MW, dan Papua 220 MW. Jika seluruh proyek selesai, rasio elektrifikasi nasional ditargetkan naik menjadi 97% pada 2019 dari posisi saat ini 84%.

Sumber : Investor Daily 24 Juni 2015

Sakana Food Depok www.sakana.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *